JAKARTA – Kiandra Ramadhipa juara Moto3 Junior Estoril setelah menampilkan balapan luar biasa pada seri ketiga FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di Portugal. Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Asia Dream Racing Junior Team itu menunjukkan mental baja dengan bangkit berkali-kali dari tekanan lawan sebelum merebut kemenangan dramatis di lap terakhir.
Keberhasilan Kiandra Ramadhipa juara Moto3 Junior Estoril menjadi salah satu momen paling membanggakan bagi dunia balap motor Indonesia musim ini. Start dari posisi ketujuh, Ramadhipa harus menghadapi persaingan brutal dengan delapan pembalap lainnya yang terus bertukar posisi sepanjang balapan.
Kemenangan Kiandra Ramadhipa juara Moto3 Junior Estoril juga menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia semakin diperhitungkan di level internasional. Di hadapan ribuan penonton yang memadati Sirkuit Estoril, Portugal, pembalap berusia 16 tahun itu sukses mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi.
Baca Juga: Moto3 Junior Portugal 2026: Kiandra Ramadhipa Cetak Sejarah, Membanggakan
Awal Menjanjikan dari Grid Ketujuh
Akhir pekan Ramadhipa sebenarnya sudah menunjukkan sinyal positif sejak sesi kualifikasi. Dengan catatan waktu 1 menit 43,818 detik, ia mengamankan posisi ketujuh di grid start.
Meski bukan posisi terdepan, selisih waktunya dengan peraih pole position hanya 0,582 detik. Hal itu menunjukkan bahwa pembalap asal Indonesia tersebut memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan para kandidat juara.
Saat lampu start padam, Ramadhipa langsung tampil agresif. Ia berhasil menembus kerumunan pembalap di tikungan pertama dan naik dari posisi ketujuh ke posisi kelima hanya dalam beberapa saat.
Namun Estoril dikenal sebagai salah satu sirkuit paling sulit untuk mempertahankan posisi. Setiap keunggulan bisa hilang dalam hitungan tikungan akibat slipstream dan karakter lintasan yang memungkinkan banyak aksi saling salip.
Duel Sengit dengan Para Rival
Memasuki lap-lap awal, Ramadhipa terlibat pertarungan ketat dengan Fernando Bujosa. Keduanya beberapa kali saling menyalip dalam perebutan posisi empat besar.
Persaingan semakin sengit ketika enam pembalap terdepan mulai membentuk grup utama. Jarak antar motor sangat rapat sehingga kesalahan sekecil apa pun bisa membuat seorang pembalap kehilangan beberapa posisi sekaligus.
Ramadhipa sempat naik ke posisi keempat, lalu turun ke posisi keenam, sebelum kembali merangsek ke depan. Situasi itu terus berulang sepanjang balapan.
Namun yang menarik, pembalap Honda Asia Dream Racing Junior Team tersebut tidak panik. Ketika beberapa rival memilih menyerang secara agresif, Ramadhipa justru menjaga ritme dan fokus mempertahankan peluangnya tetap hidup hingga akhir lomba.
Strategi itu mulai membuahkan hasil saat memasuki pertengahan balapan. Ia perlahan mendekati grup terdepan dan kembali masuk ke posisi empat besar.
Naik ke Posisi Puncak
Momentum besar datang pada lap kesembilan. Memanfaatkan kecepatan motornya di lintasan lurus, Ramadhipa berhasil melewati dua pembalap sekaligus dan mengambil alih pimpinan balapan.
Namun mempertahankan posisi pertama di Estoril jauh lebih sulit dibanding merebutnya. Beberapa kali posisi terdepan berpindah tangan akibat pertarungan ketat di trek lurus.
Ramadhipa sempat memimpin, turun ke posisi kedua, lalu kembali memimpin. Bahkan ketika memasuki lap ke-13, dua rival berhasil menyalipnya sekaligus sehingga ia terlempar ke posisi ketiga.
Meski begitu, semangat juangnya tidak pernah padam. Ia terus memberikan tekanan kepada para pemimpin lomba dan memastikan tetap berada dalam jarak serang hingga dua lap terakhir.
Manuver Berani Penentu Kemenangan
Drama terbesar terjadi pada lap terakhir. Saat memasuki trek lurus, dua pembalap berhasil melewati Ramadhipa sehingga posisinya turun dari pertama menjadi ketiga. Banyak pembalap mungkin akan menyerah dalam situasi tersebut. Namun tidak dengan Ramadhipa.
Memasuki Tikungan 6, salah satu titik pengereman terberat di Estoril, ia melakukan manuver berani dengan pengereman sangat terlambat. Satu rival berhasil dilewati dan posisi kedua direbut.
Tak berhenti di situ, saat keluar tikungan, Ramadhipa langsung memanfaatkan racing line sempurna untuk menyalip satu pembalap lagi. Dalam satu rangkaian manuver, ia berhasil melewati dua rival sekaligus dan kembali merebut posisi pertama.
Setelah itu tidak ada lagi kesempatan bagi lawan untuk membalas. Ramadhipa menjaga ritme hingga tikungan terakhir dan melintasi garis finis sebagai pemenang.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan perdana Ramadhipa pada musim rookie di Moto3 Junior World Championship 2026. Lebih dari sekadar tambahan 25 poin, hasil itu menjadi simbol ketangguhan, keberanian, dan mental pantang menyerah yang dimiliki pembalap muda Indonesia tersebut.
Ketika lagu Indonesia Raya berkumandang di langit Portugal, Ramadhipa tidak hanya meraih kemenangan. Ia juga mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia memiliki generasi pembalap yang siap bersaing di panggung balap internasional.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari