BLITAR KAWENTAR - Manajemen Liverpool dikabarkan bergerak cepat di lantai bursa transfer musim panas demi mengatasi masalah pelik yang terjadi di sektor pertahanan kanan mereka. Skuad raksasa Merseyside itu dilaporkan telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Andre Ratiu, bek tangguh yang merumput di kompetisi tertinggi Spanyol bersama Rayo Vallecano. Kehadiran pemain internasional Rumania tersebut diproyeksikan mampu menjadi solusi instan bagi skema permainan yang diusung oleh pelatih anyar The Reds, Andoni Iraola.
Langkah taktis yang diambil oleh Liverpool ini terbilang sangat krusial mengingat posisi bek sayap kanan mereka terus menjadi titik lemah yang mengkhawatirkan sejak beberapa waktu terakhir. Klausul pelepasan Andre Ratiu sendiri berada di angka €25 juta, namun manajemen klub yang bermarkas di Anfield tersebut optimistis bisa merampungkan kesepakatan di kisaran harga €15 juta saja. Manuver ini harus segera dituntaskan lantaran raksasa Catalan, Barcelona, juga dilaporkan mulai mengintip peluang untuk membajak sang pemain.
Mendatangkan Andre Ratiu dinilai menjadi langkah paling masuk akal bagi Liverpool yang membutuhkan sosok pemain matang siap pakai untuk langsung memberikan kontribusi instan di lapangan. Pemain berusia 28 tahun itu memiliki modal fisik yang kuat untuk naik turun membantu serangan serta kedisiplinan tinggi dalam menjaga area pertahanan. Karakteristik permainannya dinilai sangat cocok dengan sistem taktis intensitas tinggi yang menuntut transisi cepat serta pengepungan ketat di wilayah musuh.
Dilema Tambal Sulam dan Masa Depan Pemain Skuad
Lubang besar di sektor pertahanan kanan Liverpool memang menjadi persoalan yang mirip dengan pipa tua di rumah besar, di mana ketika satu titik ditambal, kebocoran lain justru muncul. Kepergian Trent Alexander-Arnold menyisakan celah yang belum bisa ditutupi secara sempurna oleh penggawa lain seperti Jeremy Frimpong maupun Conor Bradley yang kerap terkendala masalah kebugaran. Tim kepemimpinan bahkan sempat bereksperimen dengan menarik gelandang Dominik Szoboszlai untuk bermain lebih dalam sebagai bek sayap darurat.
Di sisi lain, gejolak internal juga menghampiri gelandang lokal lulusan akademi klub, Curtis Jones, yang kini berada di tahun terakhir masa baktinya. Klub raksasa Italia, Inter Milan, dilaporkan telah melayangkan proposal penawaran pembuka senilai €20 juta untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 25 tahun tersebut. Manajemen klub sendiri masih menahan kepergian Jones sembari menunggu diskusi empat mata antara sang pemain dengan pelatih kepala mengenai perannya di masa depan.
Sinyal Positif dari Panggung Turnamen Internasional
Kendati pergerakan di lantai bursa transfer masih dinamis, Liverpool mendapatkan angin segar lewat performa impresif para penggawa mereka yang tengah berlaga di panggung akbar sepak bola dunia. Penyerang sayap Cody Gakpo sukses membungkam segala keraguan lewat sumbangan dua gol dan satu asis yang membawa tim nasional Belanda menang telak atas Swedia dengan skor lima-satu. Ketajaman serta keberanian Gakpo menusuk ke area penalti menjadi modal berharga bagi lini serang The Reds menyongsong musim baru.
Selain performa gemilang lini serang, keseimbangan permainan juga ditunjukkan oleh gelandang muda Ryan Gravenberg yang tampil dominan sebagai motor serangan di lini tengah. Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, bahkan memberikan pujian khusus atas kontribusi kerja keras Gravenberg dalam menjaga sirkulasi bola dan memutus aliran serangan balik lawan. Ketenangan serta kekuatan fisik yang diperlihatkan sang gelandang menjadi sinyal bahwa dirinya siap menjadi pilar penting di bawah arahan strategi agresif tim.
Tembok kokoh di lini belakang juga tetap dipertahankan oleh kapten legendaris Virgil van Dijk yang tampil sebagai pengatur ritme permainan dari area pertahanan. Berdasarkan catatan statistik, Van Dijk mendominasi lapangan dengan sembilan puluh satu sentuhan serta akurasi operan yang sangat tinggi di lini belakang Belanda. Kepemimpinan serta kemampuan membaca permainan yang dimiliki sang bek senior dipastikan akan tetap menjadi fondasi utama yang tidak tergantikan bagi kekuatan lini belakang pertahanan Liverpool.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula