BLITAR KAWENTAR – Bursa transfer Arema FC 2026/2027 semakin memanas menjelang bergulirnya kompetisi musim baru. Manajemen Singo Edan dikabarkan mulai menyusun komposisi skuad terbaik dengan mempertahankan sejumlah pemain kunci sekaligus membidik beberapa amunisi baru untuk memperkuat setiap lini.
Sejumlah nama yang selama ini menjadi tulang punggung tim disebut masih akan menjadi bagian dari skuad Arema FC musim 2026/2027. Di sisi lain, beberapa pemain asing baru juga mulai dikaitkan dengan klub asal Malang tersebut untuk meningkatkan daya saing menghadapi kompetisi mendatang.
Dalam perkembangan bursa transfer Arema FC 2026/2027, fokus utama manajemen tampak berada pada keseimbangan skuad. Arema dikabarkan ingin mempertahankan pemain yang tampil konsisten musim lalu, sembari menambah kualitas di lini pertahanan, lini tengah, hingga sektor penyerangan.
Arema FC Pertahankan Pilar Utama
Di sektor pemain lokal, bek tengah Hanis Saghara? (transkrip menyebut Han Samuyama) disebut tetap dipertahankan untuk musim depan. Bek berusia 31 tahun tersebut dinilai masih menjadi salah satu pemain berpengalaman yang dibutuhkan di lini belakang Singo Edan.
Sementara itu, empat pemain asing juga dikabarkan masih masuk dalam rencana tim. Mereka adalah Betinho yang berposisi sebagai gelandang bertahan, Mateus Blad (Mateus Blade) yang juga bermain sebagai gelandang bertahan, serta Julian Guevara yang beroperasi sebagai gelandang tengah.
Keputusan mempertahankan para pemain tersebut menunjukkan Arema masih mengandalkan fondasi skuad musim sebelumnya. Pengalaman mereka dinilai penting untuk menjaga stabilitas permainan tim sepanjang kompetisi.
Empat Pemain Asing Masuk Radar Singo Edan
Selain mempertahankan sejumlah pemain, Arema FC juga dirumorkan aktif mencari tambahan tenaga asing.
Nama pertama yang mencuat adalah Mateus Pato. Striker asal Brasil berusia 30 tahun itu disebut masuk radar Singo Edan untuk mempertajam lini depan. Dengan pengalaman bermain di berbagai kompetisi, Mateus Pato dinilai memiliki kualitas yang mampu meningkatkan produktivitas gol Arema.
Selain itu, winger asal Brasil Marcos Vinicius Silvestre Gaspar juga dikabarkan menjadi salah satu target transfer. Pemain berusia 27 tahun tersebut beroperasi di sektor sayap kiri dan diharapkan mampu menambah variasi serangan tim.
Untuk memperkuat lini pertahanan, Arema FC disebut mengincar Diego Landis. Bek tengah asal Brasil itu memiliki postur 193 sentimeter yang dinilai ideal untuk memperkokoh barisan belakang Singo Edan.
Tak hanya itu, nama Ramon Tan juga muncul dalam daftar pemain yang dirumorkan akan bergabung. Penyerang asal Brasil tersebut diproyeksikan menjadi alternatif tambahan di lini depan apabila proses negosiasi berjalan lancar.
Fokus Perkuat Semua Lini
Jika seluruh rumor tersebut terealisasi, Arema FC akan memiliki tambahan kekuatan yang cukup merata di berbagai sektor.
Lini belakang bakal mendapat tambahan bek tengah baru, sektor tengah memiliki kedalaman pemain yang lebih baik, sementara lini depan akan memperoleh opsi striker dan winger dengan karakter berbeda.
Strategi ini menunjukkan bahwa manajemen tidak hanya fokus mencari pemain dengan nama besar, tetapi juga berusaha membangun skuad yang seimbang untuk menghadapi ketatnya persaingan musim 2026/2027.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Arema FC terkait kepastian transfer para pemain yang dirumorkan tersebut. Seluruh nama masih sebatas kabar yang berkembang pada bursa transfer dan masih menunggu konfirmasi dari klub.
Para pendukung Singo Edan pun kini menantikan langkah resmi manajemen dalam beberapa pekan ke depan. Bursa transfer yang masih berlangsung diperkirakan akan menghadirkan dinamika baru, termasuk kemungkinan hadirnya pemain tambahan maupun perubahan komposisi skuad.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai harapan, Arema FC berpeluang memiliki skuad yang lebih kompetitif untuk bersaing di papan atas kompetisi musim 2026/2027. Namun, kepastian mengenai pemain yang bertahan maupun yang bergabung baru akan diketahui setelah klub mengumumkan daftar resmi skuad jelang dimulainya musim baru.
Editor : Gita Dwi Nuraini