BLITAR KAWENTAR – Rumor transfer Persebaya Surabaya kembali menjadi perhatian menjelang bergulirnya kompetisi Super League atau Liga 1 musim 2026/2027. Sejumlah nama pemain lokal maupun asing terus dikaitkan dengan Bajul Ijo sebagai bagian dari upaya memperkuat skuad demi mewujudkan target juara yang telah dicanangkan manajemen.
Rumor transfer Persebaya Surabaya semakin menguat setelah beberapa pemain disebut masuk radar klub. Di antaranya adalah penyerang asal Brasil Alex Martins serta bek tangguh PSM Makassar, Yuran Fernandez. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari manajemen mengenai perekrutan kedua pemain tersebut.
Di sisi lain, Persebaya memastikan tetap mempertahankan sejumlah pemain yang tampil konsisten musim lalu. Gelandang serang asal Meksiko, Francisco Rivera, masih menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang tim bersama pelatih Bernardo Tavares yang tetap dipercaya memimpin skuad hingga beberapa musim ke depan.
Persebaya Serius Bangun Tim Juara
Manajemen Persebaya menatap musim 2026/2027 dengan target tinggi. Setelah beberapa musim belum mampu meraih gelar juara, Bajul Ijo kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi pemain, terutama di sektor pemain asing.
Francisco Rivera menjadi salah satu pemain yang dipastikan tetap menjadi andalan. Penampilannya sepanjang musim lalu dinilai sangat konsisten dengan kontribusi gol maupun assist yang membuat lini serang Persebaya lebih produktif.
Selain Rivera, bek asal Makedonia Utara Risto Mitrevski juga masih dipercaya mengawal lini belakang. Pengalaman dan kepemimpinannya dianggap menjadi modal penting bagi Persebaya dalam menghadapi persaingan ketat musim depan.
Pelatih Bernardo Tavares pun tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen. Juru taktik asal Portugal tersebut diharapkan mampu membawa Persebaya kembali bersaing di papan atas melalui filosofi permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya.
Alex Martins dan Yuran Fernandez Masih Sebatas Rumor
Nama Alex Martins menjadi salah satu yang paling ramai diperbincangkan dalam bursa transfer. Penyerang asal Brasil itu disebut masuk dalam daftar incaran Persebaya untuk memperkuat lini depan.
Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak klub. Informasi yang beredar masih berasal dari berbagai laporan dan akun yang mengikuti perkembangan bursa transfer sepak bola Indonesia.
Hal serupa juga terjadi pada Yuran Fernandez. Bek tengah yang kontraknya bersama PSM Makassar telah berakhir itu dikabarkan sudah berada di Surabaya untuk menyelesaikan proses kepindahan.
Rumor tersebut semakin berkembang karena Yuran pernah bekerja sama dengan Bernardo Tavares saat masih membela PSM Makassar. Kedekatan keduanya disebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang reuni di Persebaya.
Meski begitu, manajemen Persebaya belum memberikan pernyataan resmi mengenai proses negosiasi maupun kesepakatan dengan pemain asal Tanjung Verde tersebut.
Agenda Pramusim Jadi Fokus Persiapan
Selain aktif dalam bursa transfer, Persebaya juga mulai menyusun agenda pramusim. Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, mengungkapkan bahwa klub tengah menjajaki kemungkinan menggelar laga uji coba melawan klub dalam maupun luar negeri.
Langkah tersebut dilakukan agar skuad memiliki persiapan yang lebih matang sebelum kompetisi dimulai. Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pertandingan uji coba pada pertengahan Juli, sementara latihan perdana direncanakan berlangsung pada awal Juli 2026.
Sebelumnya Persebaya juga memiliki pengalaman menjalani tur pramusim ke Australia. Program serupa dinilai memberikan dampak positif terhadap kesiapan fisik maupun chemistry antarpemain sebelum memasuki kompetisi resmi.
Manajemen berharap rangkaian persiapan tersebut mampu meningkatkan kualitas permainan tim sekaligus mewujudkan target besar menjadi juara Liga 1 musim 2026/2027.
Hingga saat ini, seluruh kabar mengenai Alex Martins maupun Yuran Fernandez masih berstatus rumor transfer. Publik dan pendukung Persebaya masih menunggu pengumuman resmi dari manajemen terkait komposisi akhir skuad Bajul Ijo untuk menghadapi musim baru.
Editor : Gita Dwi Nuraini