Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Alami Crash Ringan di Moto3 GP Belanda 2026, Kru Honda Team Asia Berpacu dengan Waktu Kembalikan Motor ke Lintasan

Fadhilah Salsa Bella • Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:34 WIB
Feda Ega Pratama mengalami crash ringan pada latihan Moto3 GP Belanda 2026. Kru Honda Team Asia bergerak cepat mengembalikan motor ke lintasan (Pinterest).
Feda Ega Pratama mengalami crash ringan pada latihan Moto3 GP Belanda 2026. Kru Honda Team Asia bergerak cepat mengembalikan motor ke lintasan (Pinterest).

BLITAR KAWENTARFeda Ega Pratama menghadapi tantangan berat pada sesi latihan Moto3 GP Belanda 2026 di Sirkuit Assen setelah mengalami insiden crash ringan yang membuatnya harus menghabiskan waktu lebih lama di area pit. Meski demikian, pembalap Honda Team Asia tersebut tetap menunjukkan semangat tinggi untuk kembali ke lintasan demi menyelesaikan program latihan bersama tim.

Insiden yang dialami Feda Ega Pratama menjadi salah satu sorotan sepanjang sesi latihan. Di saat sebagian besar pembalap kembali ke lintasan setelah singgah di pit, rider asal Indonesia itu justru terlihat cukup lama berada di garasi bersama para mekanik Honda Team Asia.

Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Namun, berdasarkan tayangan yang terlihat, belum ada penjelasan resmi dari tim mengenai penyebab pasti lamanya Feda berada di pit. Karena itu, penyebab detail maupun kondisi teknis motor tidak dapat dipastikan hanya dari rekaman video.

Baca Juga: Nissan Grand Livina Terbaru Mendadak Jadi Perbincangan, MPV Keluarga Ini Dinilai Masih Sulit Ditandingi Soal Kenyamanan dan Kepraktisan

Crash Ringan Ganggu Program Latihan

Dalam tayangan tersebut, Feda diduga mengalami crash ringan sehingga motornya harus dibawa kembali ke garasi untuk menjalani pemeriksaan.

Akibat insiden itu, waktu berharga di lintasan terbuang cukup banyak. Ketika pembalap lain terus menambah jumlah putaran dan memperbaiki catatan waktu, Feda harus menunggu proses pengecekan motor sebelum kembali melanjutkan sesi latihan.

Setelah motor dinyatakan siap digunakan, pembalap muda Indonesia itu kembali turun ke lintasan. Namun, ritme balapnya sempat terganggu karena harus membangun kembali rasa percaya diri dan memastikan kondisi motor benar-benar normal setelah insiden tersebut.

Crash ringan seperti ini merupakan hal yang umum terjadi di dunia balap. Penyebabnya pun bisa beragam, mulai dari kondisi ban, grip lintasan, pengaturan motor, hingga kesalahan kecil yang dapat dialami siapa saja.

Mekanik Honda Team Asia Berpacu dengan Waktu

Di balik layar, suasana di garasi Honda Team Asia berlangsung sangat sibuk.

Begitu motor Feda tiba di pit, seluruh mekanik langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap berbagai komponen penting. Mulai dari bagian depan motor, suspensi, sistem pengereman, hingga memastikan seluruh perangkat tetap bekerja secara optimal.

Seluruh kru bekerja dengan tempo tinggi karena menyadari setiap menit sangat berharga selama sesi latihan berlangsung.

Meski berada dalam tekanan waktu, para mekanik tetap bekerja secara terorganisir. Setiap anggota tim menjalankan tugas masing-masing agar motor dapat kembali digunakan secepat mungkin.

Kerja sama tersebut memperlihatkan dedikasi Honda Team Asia dalam mendukung pembalapnya menghadapi berbagai situasi sulit selama akhir pekan balapan.

Baca Juga: Nissan Livina Terbaru Ramai Dibicarakan, MPV Keluarga Ini Disebut Punya Kenyamanan di Atas Rata-Rata dan Desain yang Tak Ketinggalan Zaman

Feda Tetap Fokus Kembali ke Lintasan

Di tengah proses pemeriksaan motor, Feda Ega Pratama tampak terus memperhatikan aktivitas para mekanik.

Dari bahasa tubuhnya, pembalap asal Gunungkidul itu terlihat ingin segera kembali mengenakan helm dan melanjutkan sesi latihan sebelum waktu habis.

Berdasarkan pengamatan visual, Feda juga tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan fisik yang berarti setelah insiden tersebut. Meski demikian, kondisi kesehatan pembalap hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis atau pernyataan resmi dari tim.

Semangat untuk kembali mengaspal menjadi salah satu hal yang paling menonjol dari penampilan Feda. Alih-alih larut dalam insiden, ia memilih fokus menyelesaikan program latihan dan membantu tim mengumpulkan data sebanyak mungkin.

Kerja Sama Tim Jadi Kunci

Sesi latihan di Assen memperlihatkan bahwa keberhasilan dalam balap motor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pembalap di lintasan.

Di balik setiap putaran yang dijalani Feda, terdapat kerja keras para mekanik dan teknisi yang berpacu dengan waktu agar motor kembali dalam kondisi terbaik.

Meski hasil sesi latihan belum sepenuhnya sesuai harapan, perjuangan Feda Ega Pratama dan Honda Team Asia menunjukkan pentingnya kerja sama, komunikasi, serta mental pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Insiden crash ringan memang membuat waktu latihan berkurang, tetapi pembalap Indonesia itu tetap mampu kembali ke lintasan dan menyelesaikan program yang telah dirancang tim. Semangat tersebut menjadi modal berharga menghadapi sesi-sesi berikutnya di Moto3 GP Belanda 2026.

Baca Juga: Nissan Grand Livina Terbaru Kembali Jadi Sorotan, Desain Makin Modern dan Fitur Lengkap Bikin Pencinta MPV Penasaran

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Moto3 GP Belanda 2026 #Sirkuit Assen #Crash Ringan #Honda Team Asia #Feda Ega Pratama