BLITAR KAWENTAR – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan usai penampilan impresifnya pada Moto3 GP Ceko. Pembalap muda Indonesia itu sukses mencatat salah satu comeback terbaik musim ini dengan melesat dari posisi start ke-20 hingga finis di urutan kelima. Namun, bukan hanya aksinya di lintasan yang mencuri perhatian, melainkan juga penjelasan teknisnya setelah balapan yang disebut membuat jajaran Honda Team Asia terpukau.
Penampilan Feda Ega Pratama di Moto3 GP Ceko memang sudah mengundang banyak pujian. Start dari posisi belakang membuat peluangnya untuk menembus barisan depan sempat diragukan. Namun, pembalap Honda Team Asia itu mampu menyalip belasan rival secara konsisten hingga mengakhiri balapan di posisi lima besar.
Performa Feda Ega Pratama juga memunculkan banyak diskusi di kalangan pengamat. Banyak yang menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa kecepatan pembalap Indonesia itu sebenarnya mampu bersaing dengan para rider papan atas apabila didukung posisi start dan strategi yang lebih menguntungkan.
Comeback dari P20 ke P5 Jadi Sorotan
Sejak lampu start padam, Feda langsung tampil agresif dengan memangkas posisi satu per satu. Meski mengawali balapan dari urutan ke-20, ia mampu menjaga ritme balapan dan terus merangsek menuju kelompok depan.
Banyak pengamat menilai perubahan performa motor Honda pada saat balapan cukup signifikan dibandingkan sesi latihan maupun kualifikasi. Salah satu faktor yang disorot adalah strategi pemilihan kompon ban yang dinilai lebih sesuai dengan karakter lintasan dan gaya balap Feda.
Dengan kombinasi strategi tersebut, Feda mampu mencatatkan kecepatan yang kompetitif bahkan saat menghadapi para pembalap yang menggunakan paket motor lebih unggul.
Peluang Podium Jadi Perbincangan
Keberhasilan Feda menyalip sekitar 15 pembalap sepanjang balapan memunculkan berbagai spekulasi.
Sejumlah pengamat menilai peluang podium bahkan kemenangan bisa saja terbuka apabila pembalap Indonesia itu memulai balapan dari posisi yang lebih depan, misalnya delapan besar.
Pasalnya, sebagian waktu balapan harus digunakan Feda untuk mengejar rombongan depan setelah memulai lomba dari posisi ke-20.
Meski demikian, tidak ada kepastian mengenai skenario tersebut karena hasil balapan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi lintasan, strategi lawan, hingga dinamika selama race berlangsung.
Penjelasan Feda Bikin Honda Team Asia Terpukau
Sorotan tidak berhenti setelah balapan selesai. Dalam sebuah diskusi pasca-balapan yang ditampilkan dalam video, Feda menjelaskan secara rinci proses comeback yang dilakukannya selama balapan.
Ia menguraikan titik-titik overtake, waktu yang dipilih untuk menyerang lawan, hingga cara membaca perubahan ritme para rival pada setiap lap.
Menurut narasi video, penjelasan tersebut membuat sejumlah mekanik Honda Team Asia terdiam. Beberapa anggota tim digambarkan memperhatikan dengan serius setiap penjelasan yang disampaikan pembalap muda Indonesia tersebut.
Sosok Hiroshi Aoyama juga disebut menjadi perhatian. Dalam narasi video, manajer Honda Team Asia itu digambarkan menyimak penjelasan Feda dengan penuh perhatian ketika pembalapnya menjelaskan strategi balapan secara detail.
Namun, isi percakapan maupun reaksi tersebut berasal dari narasi video dan belum disertai pernyataan resmi dari pihak Honda Team Asia.
Race Intelligence Jadi Nilai Tambah
Selain kemampuan menyalip, banyak penggemar menilai Feda memiliki pemahaman balapan atau race intelligence yang terus berkembang.
Ia disebut tidak hanya mengandalkan keberanian saat melakukan overtaking, tetapi juga mampu mengatur penggunaan ban, menentukan waktu menyerang, serta membaca kondisi lawan sepanjang balapan.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting yang membuat Feda mampu bangkit dari posisi belakang hingga finis di lima besar.
Hasil Moto3 GP Ceko akhirnya tidak hanya memperlihatkan peningkatan performa Feda Ega Pratama di lintasan, tetapi juga menggambarkan kematangan strategi balap yang mulai berkembang. Dengan modal tersebut, pembalap Indonesia itu diharapkan mampu kembali bersaing di barisan depan pada seri-seri Moto3 berikutnya.
Editor : Fadhilah Salsa Bella