BLITAR KAWENTAR – Prediksi juara Piala Dunia 2026 mulai menjadi perbincangan hangat seiring bergulirnya turnamen. Berbagai pihak, mulai dari media olahraga internasional, superkomputer berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga para pakar statistik, berlomba-lomba merilis prediksi mengenai tim yang paling berpeluang mengangkat trofi di MetLife Stadium, Amerika Serikat.
Menariknya, mayoritas prediksi juara Piala Dunia 2026 mengarah pada satu nama, yakni Spanyol. Tim berjuluk La Furia Roja dinilai memiliki kombinasi skuad muda bertalenta, performa yang konsisten, serta peluang statistik terbaik dibandingkan negara peserta lainnya.
Tak hanya mengandalkan penilaian subjektif, sebagian besar prediksi tersebut berasal dari simulasi berbasis data dalam jumlah besar. Hasilnya, Spanyol hampir selalu menempati posisi teratas sebagai kandidat terkuat juara, disusul Prancis, Inggris, dan Argentina.
Opta dan AI Sama-sama Menjagokan Spanyol
Salah satu prediksi yang paling banyak diperbincangkan berasal dari Opta Analyst. Platform statistik olahraga berbasis di London itu menggunakan superkomputer yang menjalankan simulasi turnamen sebanyak 10.000 hingga 25.000 kali.
Dalam simulasi tersebut, Spanyol memiliki peluang juara sebesar 16,1 persen. Posisi berikutnya ditempati Prancis dengan peluang 13 persen, Inggris 11,2 persen, dan Argentina 10,4 persen.
Model prediksi Opta menggabungkan berbagai variabel, mulai dari peringkat FIFA, performa terbaru, kualitas individu pemain, hingga jalur bagan turnamen. Seluruh data kemudian diproses menggunakan teknologi AI milik Stats Perform.
Menariknya, sejumlah platform kecerdasan buatan lain juga menghasilkan prediksi serupa. ChatGPT, Google Gemini, Claude AI, hingga Microsoft Copilot sama-sama menempatkan Spanyol sebagai kandidat utama juara dunia. Salah satu alasan yang sering muncul adalah kekuatan generasi muda Spanyol yang dipimpin bintang muda Lamine Yamal.
Media Internasional Punya Prediksi Berbeda
Meski mayoritas menjagokan Spanyol, tidak semua media memiliki pandangan yang sama.
Media olahraga asal Madrid, Diario AS, menggunakan superkomputer versi mereka sendiri dengan 10.000 simulasi. Hasilnya, Prancis justru diprediksi menjadi juara dengan peluang mencapai 14,2 persen. Mereka bahkan memperkirakan Les Bleus mampu memenangkan laga final dengan probabilitas lebih dari 50 persen.
Sementara itu, ESPN menggunakan metode voting terhadap 19 analis sepak bola. Delapan analis memilih Spanyol sebagai juara dan delapan lainnya menjagokan Prancis. Meski demikian, Spanyol menjadi satu-satunya negara yang muncul dalam seluruh surat suara, menandakan semua analis yakin La Furia Roja minimal mencapai semifinal.
Sky Sports mengambil arah berbeda dengan menjagokan Argentina untuk mempertahankan gelar juara. Media Inggris tersebut menilai pengalaman Lionel Messi masih bisa menjadi pembeda meski persaingan dengan tim-tim Eropa dipastikan berlangsung ketat.
Di sisi lain, Fox Sports lebih memilih Prancis berdasarkan analisis pasar taruhan internasional.
Simulasi Video Game Kembali Memilih Spanyol
Prediksi menarik juga datang dari EA Sports yang selama empat edisi sebelumnya sukses menebak juara Piala Dunia, mulai dari Spanyol pada 2010, Jerman 2014, Prancis 2018, hingga Argentina 2022.
Untuk edisi 2026, EA Sports kembali memilih Spanyol sebagai juara.
Berbeda dengan Opta, EA Sports melakukan simulasi menggunakan mesin permainan sepak bolanya sendiri. Seluruh atribut pemain dari 48 negara peserta diperbarui sesuai kondisi terkini, termasuk kemampuan teknis, fisik, hingga gaya bermain masing-masing tim.
Simulasi dilakukan terhadap seluruh 104 pertandingan sejak fase grup hingga final. Mesin permainan juga menghitung berbagai kemungkinan, seperti kartu merah, cedera virtual, gol menit akhir, babak tambahan, hingga adu penalti sehingga hasilnya dibuat semirip mungkin dengan pertandingan nyata.
Pakar Statistik Ikut Menyuarakan Hal Serupa
Prediksi serupa juga muncul dari kalangan akademisi.
Profesor ilmu data dari Universitas Bonn, Stephen Stern, menggunakan model matematika untuk memproyeksikan perjalanan seluruh peserta menuju final. Hasilnya, Spanyol kembali menjadi favorit utama, diikuti Prancis dan Argentina.
Tim ahli statistik Eropa yang dipimpin Dr. Achim Zeileis bahkan melakukan simulasi sebanyak 100.000 kali menggunakan model statistik. Hasil akhirnya tetap menempatkan Spanyol sebagai tim dengan peluang terbesar menjadi juara dunia.
Namun, di luar arus utama tersebut, ekonom asal Jerman Joachim Klemen justru memprediksi Belanda akan menjadi kampiun. Prediksi itu didasarkan pada indikator ekonomi, posisi di ranking FIFA, serta konsistensi performa tim nasional.
Meski demikian, muncul pula pandangan lain yang menilai Jerman bisa menjadi kuda hitam. Faktor pelatih lokal, dominasi pemain Bayern Munchen di skuad, kestabilan peringkat FIFA, hingga tren historis dinilai menjadi modal penting bagi Der Panzer untuk memberikan kejutan pada Piala Dunia 2026.
Dengan banyaknya prediksi yang bermunculan, hasil akhir tentu baru akan terjawab setelah seluruh pertandingan usai. Namun satu hal yang pasti, Spanyol menjadi tim yang paling banyak dijagokan oleh AI, media internasional, maupun para pakar statistik untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Editor : Gita Dwi Nuraini