Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Prediksi Juara Piala Dunia 2026, AI dan Superkomputer Kompak Jagokan Spanyol, Argentina hingga Inggris Tersalip

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:27 WIB
Prediksi juara Piala Dunia 2026 versi AI menempatkan Spanyol sebagai favorit utama mengungguli Argentina. (Pinterest)
Prediksi juara Piala Dunia 2026 versi AI menempatkan Spanyol sebagai favorit utama mengungguli Argentina. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Prediksi juara Piala Dunia 2026 kembali menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah ilmuwan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), model matematika, hingga simulasi superkomputer untuk menentukan tim yang paling berpeluang mengangkat trofi.

Hasilnya cukup mengejutkan karena prediksi juara Piala Dunia 2026 tidak lagi menempatkan Argentina maupun Brasil sebagai favorit utama.

Meski Argentina datang dengan status juara bertahan dan Brasil tetap memiliki materi pemain yang melimpah, berbagai model perhitungan justru mengunggulkan Spanyol sebagai kandidat terkuat.

Prediksi tersebut lahir dari analisis berbasis data yang melibatkan ratusan pertandingan internasional selama lebih dari satu dekade.

Pendekatan ilmiah ini berbeda dengan prediksi sepak bola pada umumnya.

Para peneliti menggabungkan statistik performa tim, kualitas pemain, hasil pertandingan terdahulu, hingga simulasi ribuan skenario pertandingan untuk menghasilkan prediksi juara Piala Dunia 2026 yang dinilai lebih objektif.

Baca Juga: Lionel Messi Diprediksi Juara Piala Dunia 2026 Lagi, Pengamat Sebut Argentina Bakal Kalahkan Spanyol di Final

AI Gunakan 11 Model Matematika

Seorang fisikawan partikel sekaligus pendiri perusahaan AI, Ari Jori, mengembangkan 11 model pendekatan matematika berbeda untuk menganalisis peluang seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Setiap model memiliki indikator penilaian yang berbeda. Ada yang lebih mengutamakan performa terkini sebuah tim, sementara model lainnya menitikberatkan pada konsistensi hasil dalam jangka panjang.

Selain itu, terdapat model yang menghitung peluang kemenangan berdasarkan selisih gol, sedangkan pendekatan lain langsung mensimulasikan hasil pertandingan dari fase grup hingga final.

Untuk menghasilkan prediksi tersebut, Jori mengumpulkan data dari 358 pertandingan internasional. Rinciannya meliputi 256 pertandingan Piala Dunia periode 2010 hingga 2022 serta 102 pertandingan dari ajang Euro 2020 dan Euro 2024.

Seluruh data tersebut kemudian diproses ulang menggunakan kecerdasan buatan sehingga menghasilkan probabilitas kemenangan masing-masing negara.

Spanyol Jadi Favorit Utama

Berdasarkan gabungan 11 model tersebut, Spanyol muncul sebagai negara dengan peluang juara tertinggi, yakni sekitar 20 persen.

Posisi berikutnya ditempati Prancis dengan peluang sekitar 14 persen, disusul Argentina yang memiliki probabilitas serupa. Sementara Belanda berada di posisi berikutnya dengan peluang sekitar 10 persen.

Menariknya, lima dari sebelas model bahkan memberikan peluang lebih besar kepada Spanyol, yakni lebih dari satu banding empat untuk menjadi juara dunia.

Hasil ini menunjukkan bahwa performa konsisten La Roja dalam beberapa tahun terakhir dinilai menjadi faktor penting yang meningkatkan peluang mereka meraih gelar.

Simulasi 1.000 Pertandingan

Prediksi tersebut ternyata sejalan dengan hasil penelitian lain yang dilakukan oleh dua peneliti dari Pusat Bisnis Olahraga Universitas Liverpool.

Benjamin Holmes dan Profesor Ian McHale menjalankan 1.000 simulasi pertandingan menggunakan superkomputer sejak fase grup hingga partai final.

Simulasi itu tidak hanya mempertimbangkan kekuatan pemain, tetapi juga memperhitungkan kondisi cuaca, kualitas lawan, lokasi pertandingan, hingga ketinggian stadion yang digunakan selama turnamen.

Dari ribuan simulasi tersebut, skenario yang paling sering muncul adalah final antara Inggris melawan Spanyol.

Dalam simulasi itu, Inggris memiliki peluang sekitar 29 persen untuk mencapai final dan sekitar 17 persen untuk menjadi juara dunia.

Sementara itu, Spanyol tetap menjadi favorit dengan peluang juara mencapai sekitar 26 persen.

Data yang digunakan dalam simulasi juga memasukkan hasil pertandingan Euro 2024 sehingga dianggap mampu menggambarkan kekuatan terbaru negara-negara peserta.

Prediksi Bukan Jaminan Juara

Meski Spanyol berada di posisi teratas, Ari Jori mengingatkan bahwa hasil tersebut bukanlah kepastian.

Menurutnya, turnamen seperti Piala Dunia memiliki tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi. Sistem gugur membuat satu kesalahan kecil, kartu merah, cedera pemain, maupun gol di menit akhir dapat mengubah seluruh jalannya kompetisi.

Karena itu, prediksi berbasis AI hanya menunjukkan peluang berdasarkan data yang tersedia, bukan memastikan siapa yang benar-benar akan menjadi juara.

Namun demikian, kesamaan hasil antara model matematika Ari Jori dan simulasi superkomputer Universitas Liverpool semakin memperkuat anggapan bahwa Spanyol menjadi kandidat paling kuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Meski demikian, persaingan dipastikan tetap berlangsung ketat. Negara-negara seperti Prancis, Argentina, Inggris, Belanda, hingga Brasil masih memiliki peluang besar untuk membalikkan prediksi ketika kompetisi resmi dimulai. Pada akhirnya, performa di lapangan tetap menjadi penentu utama siapa yang akan mencatatkan sejarah sebagai juara dunia berikutnya.

Baca Juga: Lionel Messi Diprediksi Juara Piala Dunia 2026 Lagi, Pengamat Sebut Argentina Bakal Kalahkan Spanyol di Final

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Prediksi Juara Piala Dunia 2026 #Superkomputer #ai #piala dunia 2026 #spanyol