Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Spanyol Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026, Hasil Prediksi AI dan Simulasi Ilmuwan Bikin Argentina hingga Brasil Tergeser

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:41 WIB
Prediksi juara Piala Dunia 2026 versi AI dan simulasi ilmuwan menempatkan Spanyol sebagai favorit utama juara. (Pinterest)
Prediksi juara Piala Dunia 2026 versi AI dan simulasi ilmuwan menempatkan Spanyol sebagai favorit utama juara. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Prediksi juara Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah ilmuwan mengungkap hasil analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) dan model matematika.

Hasil penelitian tersebut menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi, mengungguli tim-tim unggulan seperti Argentina, Brasil, Prancis, hingga Inggris.

Selama ini Argentina dan Brasil menjadi dua negara yang paling banyak dijagokan untuk kembali berjaya di ajang sepak bola terbesar dunia.

Namun, prediksi juara Piala Dunia 2026 berdasarkan pendekatan ilmiah justru mengarah kepada salah satu raksasa Eropa, yakni Spanyol.

Prediksi tersebut bukan sekadar ramalan biasa. Para peneliti memanfaatkan ribuan data pertandingan internasional, sistem peringkat tim, performa terbaru, hingga simulasi kecerdasan buatan untuk menghitung peluang masing-masing negara.

Hasil akhirnya menunjukkan prediksi juara Piala Dunia 2026 lebih berpihak kepada Spanyol dibandingkan pesaing lainnya.

Baca Juga: Final AVC Men's Volleyball Cup 2026, Timnas Voli Putra Indonesia Tantang Korea Selatan, Siap Ukir Sejarah Juara Perdana

AI Gunakan 11 Model Matematika

Seorang ilmuwan bernama Ari Jorri, fisikawan partikel sekaligus pendiri perusahaan AI Wary, mengembangkan sebelas model pendekatan matematika untuk memprediksi negara yang berpeluang menjadi juara dunia.

Setiap model memiliki indikator penilaian yang berbeda. Ada yang lebih menitikberatkan performa terbaru sebuah tim, sementara model lainnya mengutamakan konsistensi hasil pertandingan dalam jangka panjang.

Selain itu, terdapat model yang menghitung peluang berdasarkan selisih gol, sedangkan model lain secara langsung mensimulasikan hasil pertandingan hingga menentukan peluang juara masing-masing negara.

Dalam penelitiannya yang dipublikasikan pada 15 Juni 2026 melalui platform Towards Data Science, Jorri menggunakan data sebanyak 358 pertandingan internasional. Data tersebut terdiri atas 256 pertandingan Piala Dunia sepanjang edisi 2010 hingga 2022, serta 102 pertandingan Kejuaraan Eropa tahun 2020 dan 2024.

Spanyol Punya Peluang Tertinggi

Hasil penghitungan dari sebelas model tersebut menunjukkan Spanyol memiliki probabilitas juara sebesar 20 persen.

Di bawah Spanyol terdapat Prancis dan Argentina dengan peluang masing-masing sebesar 14 persen. Sementara Belanda berada di posisi berikutnya dengan peluang sekitar 10 persen.

Menariknya, lima dari sebelas model bahkan memberikan kemungkinan lebih dari satu banding empat bagi Spanyol untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Meski demikian, Jorri menegaskan hasil tersebut bukan jaminan mutlak. Menurutnya, turnamen sepak bola memiliki tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi.

Fase gugur menjadi penentu utama karena satu gol, satu kartu merah, atau satu kesalahan pemain dapat mengubah seluruh jalannya kompetisi.

Simulasi Universitas Liverpool Perkuat Prediksi

Prediksi serupa juga datang dari tim peneliti Pusat Bisnis Olahraga Universitas Liverpool.

Dua peneliti, Benjamin Holmes dan Profesor Eon Mellah, melakukan 1.000 simulasi pertandingan mulai fase grup hingga partai final menggunakan teknologi machine learning dan superkomputer.

Simulasi tersebut mempertimbangkan berbagai variabel penting, mulai kualitas pemain, kondisi pertandingan, cuaca, hingga faktor geografis seperti ketinggian lokasi pertandingan.

Hasil simulasi menunjukkan skenario yang paling mungkin terjadi adalah partai final mempertemukan Inggris melawan Spanyol.

Dalam simulasi tersebut, Inggris memiliki peluang sebesar 29 persen untuk mencapai final dan sekitar 17 persen menjadi juara dunia.

Namun demikian, Spanyol tetap menjadi favorit utama dengan peluang menjuarai Piala Dunia 2026 mencapai 26 persen.

Holmes menjelaskan bahwa simulasi tersebut juga memasukkan performa negara-negara peserta berdasarkan hasil pertandingan di Kejuaraan Eropa 2024 sehingga menghasilkan prediksi yang dinilai lebih realistis.

Prediksi Tetap Bisa Berubah

Walaupun berbagai model matematika dan simulasi AI sama-sama menjagokan Spanyol, para peneliti mengingatkan bahwa sepak bola tetap menyimpan banyak kejutan.

Cedera pemain, perubahan strategi pelatih, performa individu, hingga keberuntungan dalam pertandingan sistem gugur menjadi faktor yang sulit diprediksi oleh teknologi sekalipun.

Karena itu, hasil penelitian ini lebih tepat dipandang sebagai gambaran peluang berdasarkan data statistik, bukan kepastian mengenai siapa yang akan benar-benar mengangkat trofi.

Meski begitu, kesamaan hasil antara model matematika Ari Jorri dan simulasi machine learning Universitas Liverpool membuat Spanyol kini menjadi negara yang paling banyak diperbincangkan sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Final AVC Men's Volleyball Cup 2026, Timnas Voli Putra Indonesia Tantang Korea Selatan, Siap Ukir Sejarah Juara Perdana

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Prediksi Juara Piala Dunia 2026 #Universitas Liverpool #ai #piala dunia 2026 #spanyol