JAKARTA - Jihan Terikat Janji menghadapi tantangan baru setelah mendapatkan tugas penting dari Davina di Kusuma Food. Dalam episode terbaru, Jihan diminta membuat konsep desain kemasan produk baru dengan tenggat waktu ketat hingga malam hari.
Jihan Terikat Janji menjadi salah satu karakter yang mulai mendapatkan sorotan setelah terlibat dalam konflik pekerjaan bersama Davina. Tugas tersebut membuat Jihan harus menunjukkan kemampuan sekaligus menghadapi tekanan dari lingkungan kerja barunya.
Selain persoalan pekerjaan, episode terbaru juga memperlihatkan sisi lain kehidupan Jihan setelah pulang larut malam. Ia mulai mengalami situasi yang membuat perjalanan ceritanya semakin menarik.
Cerita bermula ketika Jihan mendapatkan perintah langsung dari Davina terkait proyek baru perusahaan. Davina meminta Jihan membuat konsep untuk kemasan produk dengan varian original.
Dalam tugas tersebut, Jihan tidak hanya diminta membuat desain, tetapi juga menjelaskan filosofi dan alasan di balik konsep yang dibuat. Davina meminta hasil pekerjaan tersebut dikirim melalui email dalam waktu yang sudah ditentukan.
“Aku punya kerjaan buat kamu. Lagi aku mau bikin konsep baru untuk kemasan C varian original,” ujar Davina dalam adegan tersebut.
Davina kemudian menegaskan bahwa pekerjaan itu harus selesai pada malam yang sama. Jihan pun harus bekerja lebih cepat agar tugas tersebut dapat diselesaikan sesuai batas waktu.
Situasi tersebut menunjukkan tantangan baru bagi Jihan setelah berada dalam lingkungan kerja Kusuma Food. Ia harus mampu membuktikan kemampuan profesionalnya di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin besar.
Kehadiran Jihan di Kusuma Food membuat hubungan antarkarakter semakin berkembang. Sebelumnya, Jihan terlihat masih menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan berbagai karakter yang ada di perusahaan tersebut.
Dalam episode ini, Jihan juga mengalami beberapa kejadian kecil yang memperlihatkan tekanan dalam kesehariannya. Ia sempat meminta maaf setelah tidak sengaja melakukan kesalahan di hadapan Davina.
Jihan berusaha tetap bersikap profesional dan menyelesaikan pekerjaannya. Meski mendapat tekanan waktu, ia tetap berusaha menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.
Di sisi lain, Davina juga tetap fokus memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Ia memberikan arahan kepada Jihan agar konsep yang dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna.
Perkembangan cerita ini menjadi bagian dari konflik baru di Terikat Janji. Hubungan antara karakter di lingkungan kerja Kusuma Food semakin kompleks dengan hadirnya berbagai tantangan.
Setelah menyelesaikan aktivitasnya, Jihan akhirnya meninggalkan kantor dalam kondisi sudah malam. Ia sempat khawatir karena harus pulang larut dan belum mendapatkan kendaraan.
Jihan kemudian menghubungi sopir taksi yang sebelumnya pernah mengantarnya. Dalam percakapan tersebut, ia meminta bantuan untuk dijemput di Kusuma Food.
“Saya Jihan yang tadi pagi naik taksinya, Mas. Saya di Kusuma Food sekarang,” kata Jihan saat menghubungi sopir taksi tersebut.
Baca Juga: Perkuat Daya Saing UMKM Naik Kelas, BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026
Tidak lama kemudian, sopir taksi datang menjemput Jihan. Keduanya kemudian berbincang mengenai tujuan perjalanan malam itu.
Awalnya Jihan berniat langsung pulang ke rumah. Namun, ia kemudian mempertimbangkan pilihan lain karena merasa tidak ingin bertemu Davina di rumah.
Jihan akhirnya meminta diantar ke Aruna Suite. Keputusan tersebut menunjukkan adanya masalah pribadi yang masih tersimpan dalam pikirannya.
Baca Juga: Asal-Usul Nama Blitar Terungkap, Ternyata Bukan dari Prasasti Balitar I, Ini Bukti Sejarahnya
Episode terbaru Terikat Janji memperlihatkan perjalanan karakter Jihan yang mulai berkembang, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya. Tugas besar dari Davina menjadi salah satu tantangan yang harus ia lewati.
Dengan konflik baru di Kusuma Food dan hubungan antarkarakter yang semakin dinamis, kisah Jihan diperkirakan masih akan menghadirkan kejutan berikutnya. Penonton kini menantikan bagaimana Jihan menyelesaikan tugasnya sekaligus menghadapi persoalan pribadi yang muncul.
Editor : Brilian Syifa Almasih