JAKARTA – Horor pendakian gunung kembali menjadi perbincangan setelah tiga pendaki membagikan pengalaman mistis yang mereka alami saat mendaki Gunung Kelud, Gunung Bawakaraeng, dan Gunung Sindoro. Ketiga kisah tersebut menceritakan berbagai kejadian ganjil, mulai dari mendengar suara misterius, bertemu sosok tak dikenal, hingga mengalami kejadian yang sulit dijelaskan saat perjalanan turun gunung.
Meski memiliki latar dan lokasi berbeda, seluruh pengalaman itu memiliki satu kesamaan, yakni terjadi ketika para pendaki berada di kawasan yang sepi atau terpisah dari rombongan. Beruntung, seluruh pendaki berhasil kembali dengan selamat.
Pendaki Gunung Kelud Mengaku Bertemu Sosok Misterius Saat Sendirian
Baca Juga: Hari Minggu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Menghilangkan Keberkahan Menurut Tradisi?
Cerita pertama datang dari Rena Anjani yang akrab disapa Jum. Ia mengaku mengalami pengalaman mistis saat pertama kali mendaki Gunung Kelud melalui jalur Tulungrejo bersama empat rekannya.
Pendakian dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah mendirikan tenda di Pos 3, rombongan berencana melakukan summit attack dini hari. Namun, Jum memilih tetap berada di tenda karena kondisi tubuhnya kelelahan.
Saat sendirian, ia beberapa kali mendengar suara langkah kaki mengitari tenda. Ia juga sempat mendengar seseorang menjawab panggilannya dengan suara yang menyerupai salah satu rekannya.
Baca Juga: Hari Rabu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Memengaruhi Sifat Menurut Tradisi?
Puncak kejadian terjadi ketika ia melihat sosok pria tua bertubuh pendek berjalan menuju hutan. Keesokan paginya, Jum kembali bertemu seorang perempuan pendaki yang meminta air hangat.
Perempuan tersebut kemudian meminum air yang masih sangat panas tanpa menunjukkan reaksi apa pun sebelum berjalan pergi sambil tersenyum. Saat rombongan turun gunung, Jum mengaku kembali melihat sosok perempuan itu mengintip dari balik pepohonan.
Penelitian di Gunung Bawakaraeng Diwarnai Kejadian Aneh
Baca Juga: Hari Jumat Baik untuk Potong Rambut dan Kuku? Ini Penjelasan Tradisi yang Banyak Dipercaya
Kisah kedua dialami Noah bersama tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) saat melakukan penelitian satwa liar di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan.
Mereka melakukan survei lokasi sebelum penelitian berlangsung. Dalam perjalanan, rombongan melewati sejumlah lokasi yang dikenal masyarakat setempat memiliki nilai sakral.
Ketika penelitian dimulai, mereka memilih mendirikan tenda di sekitar Pos 3 yang relatif sepi karena dianggap dekat dengan lokasi pengamatan kelelawar.
Baca Juga: Hari Kamis Jadi Waktu Baik Potong Rambut dan Kuku Menurut Tradisi Islam, Ini Penjelasannya
Pada malam hari, salah seorang anggota tim mengaku melihat sosok misterius mondar-mandir di sekitar tenda. Sementara Noah mendengar suara langkah kaki dan suara gesekan di dinding tenda.
Keesokan paginya, mereka memutuskan turun dan menceritakan kejadian tersebut kepada seorang sesepuh setempat.
Menurut penjelasan sesepuh, lokasi mereka mendirikan tenda bukan tempat yang lazim digunakan pendaki untuk bermalam sehingga diyakini menarik perhatian penunggu kawasan tersebut.
Baca Juga: Weton Selasa Wage Menurut Primbon Jawa: Watak, Rezeki, Karier, Cinta, dan Ujian Hidup pada 2026
Malam berikutnya, mereka kembali menginap di rumah sesepuh sebelum melanjutkan penelitian di lokasi yang lebih ramai pendaki. Penelitian akhirnya selesai tanpa gangguan serupa.
Pendaki Gunung Sindoro Mengalami Kejadian Janggal Saat Turun Gunung
Cerita terakhir datang dari Ramdani yang mendaki Gunung Sindoro bersama teman SMA-nya.
Mereka bermalam di Pos 3 dan berencana mengejar matahari terbit. Namun karena terlambat bangun, keduanya baru mencapai puncak menjelang siang.
Saat perjalanan turun, Ramdani melihat sepasang pendaki memasuki kawasan hutan di luar jalur utama. Beberapa saat kemudian, ia kembali melihat pasangan tersebut berdiri di dalam hutan sambil memberi isyarat memanggil.
Karena merasa ada yang tidak wajar, Ramdani memilih mengabaikannya dan mengajak temannya segera melanjutkan perjalanan.
Kejanggalan kembali terjadi ketika mereka turun pada malam hari. Meski merasa tetap berada di jalur resmi, keduanya mengaku tidak menemukan Pos 2 dan tiba-tiba sudah berada di Pos 1.
Dalam perjalanan pulang, motor yang mereka gunakan juga mendadak kehilangan tenaga saat melewati tanjakan yang sebelumnya dapat dilalui dengan mudah.
Mereka kemudian berhenti di sebuah warung untuk beristirahat. Pemilik warung mengambil air dan memercikkannya ke tas kedua pendaki.
Setelah melanjutkan perjalanan, keduanya mengaku beban tas yang sebelumnya terasa sangat berat mendadak menjadi ringan. Mereka menduga ada sesuatu yang mengikuti perjalanan mereka sejak turun dari gunung.
Ketiga kisah tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas mendaki gunung memerlukan persiapan fisik, menjaga keselamatan, serta menghormati lingkungan dan aturan yang berlaku di setiap kawasan pendakian. Seluruh pengalaman dalam cerita ini merupakan kesaksian pribadi para pendaki sebagaimana disampaikan dalam video dan belum dapat diverifikasi secara ilmiah.
source: youtube@HirotadaRadifan
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino