BLITAR – Kampung Siluman Gunung Kelud kembali menjadi sorotan setelah sebuah video mengungkap keberadaan bekas permukiman terpencil di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Blitar. Lokasi yang kini telah kosong itu menyimpan bangunan peninggalan era Belanda, bekas musala, serta beragam cerita mistis yang masih dipercaya warga setempat hingga sekarang.
Menurut warga lokal bernama Pak Tari, kampung tersebut dahulu dihuni tujuh kepala keluarga dan hanya memiliki satu akses masuk berupa terowongan sepanjang lebih dari 100 meter yang dibuat pada masa kolonial Belanda.
Keberadaan kampung yang kini telah ditinggalkan puluhan tahun itu membuat kawasan tersebut dikenal masyarakat sekitar sebagai Kampung Siluman.
Baca Juga: Hari Minggu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Menghilangkan Keberkahan Menurut Tradisi?
Bekas Kampung di Lereng Gunung Kelud Hanya Bisa Diakses Lewat Terowongan
Pak Tari menjelaskan, kampung itu dulunya merupakan permukiman kecil yang berada di tengah hutan lereng Gunung Kelud.
Untuk mencapainya, warga harus melewati terowongan sempit yang menjadi satu-satunya akses menuju lokasi.
“Dulu ada enam rumah, tujuh sama rumah besar. Akses satu-satunya memang lewat terowongan,” ujar Pak Tari.
Baca Juga: Hari Rabu untuk Potong Rambut dan Kuku: Benarkah Bisa Memengaruhi Sifat Menurut Tradisi?
Ia juga menceritakan bahwa semasa kecil dirinya lahir dan besar di kampung tersebut. Saat masih sekolah, ia harus berjalan kaki sekitar satu jam melewati jalur hutan setiap hari.
Kini, hampir seluruh bangunan rumah telah runtuh dan tertutup semak. Meski demikian, bekas pondasi rumah, pecahan bata, genteng, hingga bekas musala masih terlihat di beberapa titik.
Di kawasan itu juga masih berdiri sebuah bangunan besar peninggalan Belanda yang dindingnya tetap kokoh meski bagian atap telah roboh.
Cerita Mistis Kampung Siluman, dari Noni Belanda hingga Motor yang Kembali Sendiri
Baca Juga: Hari Kamis Jadi Waktu Baik Potong Rambut dan Kuku Menurut Tradisi Islam, Ini Penjelasannya
Selain dikenal karena sejarahnya, Kampung Siluman Gunung Kelud juga lekat dengan cerita-cerita mistis yang diwariskan warga setempat.
Salah satunya mengenai makam seorang noni Belanda yang ditandai tanaman puring. Menurut Pak Tari, sejumlah warga mengaku pernah melihat sosok perempuan berjalan sendirian di sekitar kawasan tersebut pada malam hari.
“Kalau diikuti, tiba-tiba hilang,” katanya.
Cerita lain yang paling sering dibicarakan warga adalah hilangnya seorang pengendara motor dari luar daerah.
Baca Juga: Weton Selasa Wage Menurut Primbon Jawa: Watak, Rezeki, Karier, Cinta, dan Ujian Hidup pada 2026
Menurut penuturan Pak Tari, motor milik orang tersebut sempat ditemukan di dalam kawasan hutan dalam kondisi berlumut dan terlilit akar, sementara pemiliknya tidak pernah ditemukan.
“Itu orang luar. Sepedanya saja sampai lumutan dan terlilit akar, orangnya belum tahu ke mana,” ujarnya.
Ia menyebut masyarakat setempat mengenal peristiwa itu dengan istilah “kalap”, yakni seseorang yang diyakini hilang setelah memasuki kawasan gaib.
Pak Tari juga mengaku motor tersebut pernah diamankan warga, namun keesokan harinya kembali berada di lokasi awal tanpa diketahui siapa yang memindahkannya.
Warga Masih Mengaku Mendengar Suara Pasar dan Ayam Berkokok di Tengah Hutan
Cerita mistis lainnya berkaitan dengan sebuah pohon jambu besar yang dipercaya menjadi pusat kemunculan berbagai kejanggalan.
Pak Tari mengatakan beberapa warga yang sedang bekerja di ladang mengaku melihat cahaya menyerupai pasar malam lengkap dengan suara orang ramai dari kejauhan.
Baca Juga: Pimpinan MPR Nyekar di MBK Jelang HUT ke-81 RI, Respons Isu Demonstrasi
Namun ketika lokasi itu didekati, tidak ditemukan apa pun.
“Kalau dilihat dari jauh ramai seperti pasar. Didekati, tidak ada,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengaku masih sering mendengar suara menyerupai ayam berkokok setiap malam sekitar pukul 21.00 WIB, meski sumber suara tersebut tidak pernah diketahui secara pasti.
Menurut Pak Tari, kawasan hutan tersebut juga masih dihuni berbagai satwa liar, termasuk ular piton, sehingga masyarakat jarang berani melintas pada malam hari.
Meski sebagian lahan kini dimanfaatkan untuk menanam rumput gajah sebagai pakan ternak, bekas permukiman itu tetap menyisakan nuansa sepi yang kontras dengan kisah-kisah yang berkembang di masyarakat.
Hingga kini, Kampung Siluman di lereng Gunung Kelud masih menjadi salah satu lokasi yang memancing rasa penasaran banyak orang. Perpaduan antara jejak sejarah permukiman lama, bangunan peninggalan Belanda, dan cerita mistis yang masih dipercaya warga menjadikan kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu tempat paling misterius di sekitar Gunung Kelud.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino