JAKARTA - Pesulap Merah menjelaskan pandangannya mengenai santet dan sihir yang kerap dianggap sebagai hal serupa. Ia menyebut telah mempelajari berbagai metode santet dari sejumlah daerah dan membedakannya dengan sihir, sembari menekankan pentingnya meyakini perlindungan Allah.
Pesulap Merah Bedakan Santet dan Sihir
Dalam pernyataannya, Pesulap Merah mengatakan dirinya telah mempelajari berbagai metode santet dari sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa, Banyuwangi, Aceh, dan Bali.
Menurutnya, berdasarkan pembelajaran tersebut, ia tidak menemukan metode santet yang secara langsung bekerja dengan cara gaib. Karena itu, ia memilih membedakan istilah santet dengan sihir.
Baca Juga: Kisah Nia di Toko Diduga Pesugihan Tuyul, Alami Gangguan hingga Temukan Buhul
"Makanya saya membedakan antara santet dan sihir," ujarnya.
Ia kemudian menyinggung salah satu praktik yang menggunakan benda atau hewan sebagai bagian dari ancaman. Menurut Pesulap Merah, hal tersebut lebih berkaitan dengan sugesti dan rasa takut orang yang mempercayainya.
Klaim Santet dan Efek Sugesti
Pesulap Merah juga membahas penggunaan tanah kuburan yang kerap dikaitkan dengan praktik santet. Ia menyebut benda tersebut dapat digunakan sebagai bentuk ancaman dan menurut pandangannya efeknya berkaitan dengan kepercayaan orang yang menjadi sasaran.
Baca Juga: Pesugihan Tuyul Berujung Tragis, Kisah Pedagang Pindang Cantik yang Diklaim Raup Jutaan per Hari
Ia juga menyinggung persoalan racun. Menurutnya, seseorang yang ingin mencelakai orang lain dapat menggunakan racun sungguhan, meskipun jenis dan mekanismenya tidak ia jelaskan secara rinci.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pandangannya dalam membedakan klaim santet dengan sihir. Ia menilai masyarakat perlu berhati-hati dalam memahami berbagai klaim mengenai praktik supranatural dan tidak langsung menganggap setiap kejadian sebagai akibat santet.
Pandangan tersebut merupakan penjelasan pribadi Pesulap Merah berdasarkan pengalaman dan pembelajarannya, bukan pembuktian ilmiah bahwa seluruh fenomena yang disebut santet memiliki mekanisme tertentu.
Pesulap Merah Tekankan Perlindungan Allah
Dalam pembahasan mengenai sihir, Pesulap Merah menyampaikan pandangan yang berbeda. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mempercayai keberadaan sihir dalam konteks keyakinan agamanya.
Menurutnya, keyakinan tersebut tidak seharusnya membuat seseorang hidup dalam ketakutan. Ia justru menekankan bahwa perlindungan Allah dianggap lebih besar daripada ancaman yang ditakutkan.
"Perlindungan Allah itu lebih besar," katanya.
Karena itu, ia menilai kepercayaan terhadap perlindungan Allah tidak bertentangan dengan keyakinan bahwa sihir ada. Baginya, seseorang tidak perlu terus-menerus merasa takut ketika menghadapi klaim mengenai sihir.
Baca Juga: Telaga Rambut Monte Blitar, Mengungkap Mitos Pesugihan dan Legenda Ikan Dewa Sengkaring
Pesulap Merah kemudian mengaitkan hal tersebut dengan tingkat keyakinan seseorang. Menurutnya, apabila seseorang terlalu takut terhadap sihir hingga kehilangan ketenangan, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa rasa takut telah mendominasi keyakinannya.
"Ketika lu percaya lebih besar ke perlindungan Allah, bukan berarti lu enggak percaya sihir," ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi Pesulap Merah yang membedakan antara santet, sihir, dan keyakinan terhadap perlindungan Tuhan. Ia menekankan agar pembahasan mengenai hal-hal gaib tidak semata-mata diarahkan untuk menimbulkan ketakutan.
Pada akhirnya, pernyataan Pesulap Merah tersebut menjadi pandangan pribadi mengenai santet dan sihir yang disampaikan dalam konteks kepercayaan serta pengalamannya mempelajari praktik yang diklaim sebagai ilmu supranatural.
Source YT KI GUS CHANNEL
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo