Review X-Men Dark Phoenix Mengungkap Kekuatan Jean Grey yang Berujung Tragis

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Review X-Men Dark Phoenix mengulas kisah Jean Grey, kekuatan Phoenix, konflik X-Men, hingga akhir tragis yang mengejutkan. (PINTEREST)
Review X-Men Dark Phoenix mengulas kisah Jean Grey, kekuatan Phoenix, konflik X-Men, hingga akhir tragis yang mengejutkan. (PINTEREST)

JAKARTA - Review X-Men Dark Phoenix menghadirkan kisah Jean Grey, mutan dengan kekuatan luar biasa yang justru menjadi ancaman ketika dirinya kehilangan kendali. Film ini menempatkan Jean sebagai pusat cerita sekaligus memperlihatkan konflik emosional yang harus dihadapi X-Men.

Dalam review X-Men Dark Phoenix, kisah bermula dari masa kecil Jean pada 1975. Saat masih kecil, Jean secara tidak sengaja menggunakan kekuatan mutannya ketika bepergian bersama kedua orang tuanya. Kemampuan tersebut memicu kecelakaan tragis yang membuat kedua orang tuanya meninggal.

Charles Xavier kemudian membawa Jean ke sekolahnya. Profesor X berusaha mengajarkan Jean agar mampu mengendalikan kekuatannya dan menggunakannya untuk membantu orang lain. Namun, trauma masa lalu Jean ternyata tidak benar-benar hilang.

Cerita kemudian berlanjut ke 1992. X-Men mendapat tugas dari pemerintah Amerika Serikat untuk menyelamatkan astronot yang terjebak dalam pesawat ulang-alik. Dalam misi tersebut, Jean masuk ke dalam pesawat yang terkena gelombang energi matahari. Bukannya tewas, Jean justru menyerap energi tersebut ke dalam tubuhnya.

Baca Juga: Tes Masuk TNI AD Terungkap, Ini Syarat yang Wajib Disiapkan Calon Prajurit

Kekuatan Jean Grey Mulai Tak Terkendali

Setelah kejadian itu, kekuatan Jean meningkat secara drastis. Ia mulai kesulitan mengendalikan emosi dan kemampuan telekinetiknya. Kondisi tersebut semakin buruk ketika Jean menyadari bahwa Charles selama ini menyembunyikan sebagian ingatan tentang masa lalunya.

Jean akhirnya mengetahui bahwa ayahnya masih hidup. Ia kemudian mendatangi rumah masa kecilnya dan bertemu sang ayah. Namun, pertemuan tersebut justru membuka luka lama. Jean mengetahui bahwa ayahnya tidak mampu merawatnya karena menganggap kekuatannya terlalu berbahaya.

Kemarahan Jean pun meledak. Ketika anggota X-Men datang untuk membawanya kembali, Jean kehilangan kendali. Raven atau Mystique mencoba menenangkannya, tetapi justru terkena kekuatan Jean dan mengalami luka fatal.

Kematian Raven menjadi titik penting dalam konflik X-Men. Kelompok mutan tersebut terpecah. Magneto bahkan menganggap Jean harus dihentikan karena telah membahayakan banyak orang.

Munculnya Ancaman dari Luar Bumi

Masalah semakin rumit setelah muncul kelompok alien yang mengincar energi Phoenix di dalam tubuh Jean. Pemimpin kelompok tersebut berusaha meyakinkan Jean bahwa X-Men tidak memahami kekuatannya.

Jean kemudian dibujuk untuk menggunakan kekuatannya demi menciptakan kehidupan baru bagi bangsa alien tersebut. Namun, di sisi lain, Charles terus berusaha menyadarkan Jean bahwa dirinya bukanlah monster.

Pertarungan akhirnya mempertemukan X-Men, Magneto, Jean, serta pasukan pengendali mutan. Konflik besar terjadi di dalam sebuah kereta yang membawa para mutan. Situasi semakin genting ketika kekuatan Jean menjadi satu-satunya harapan untuk menghentikan ancaman tersebut.

Baca Juga: Tes Masuk TNI AD Terungkap, Ini Syarat yang Wajib Disiapkan Calon Prajurit

Akhir Tragis Jean Grey

Dalam pertarungan terakhir, Jean menyadari bahwa kekuatannya terlalu besar untuk dibiarkan. Ia memilih menghadapi musuh seorang diri. Energi Phoenix kemudian menghancurkan lawannya hingga lenyap.

Jean juga harus mengorbankan dirinya. Ledakan energi membawa Jean jauh ke luar angkasa, sementara X-Men berhasil diselamatkan.

Setelah kejadian tersebut, sekolah mutan mengalami perubahan. Sekolah kemudian menggunakan nama Jean Grey sebagai bentuk penghormatan. Charles memilih pensiun dan pergi ke Paris, sementara kehidupan para anggota X-Men perlahan kembali berjalan.

Film ditutup dengan kemunculan simbol Phoenix di langit. Adegan tersebut memberi kesan bahwa meski Jean telah menghilang, kekuatan dan warisannya masih tetap hidup.

Secara keseluruhan, X-Men Dark Phoenix lebih menonjolkan sisi emosional Jean Grey dibanding sekadar pertarungan antarmutan. Trauma, rasa bersalah, kehilangan, serta pencarian jati diri menjadi elemen utama yang menggerakkan cerita.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Y&D
Review X-Men Dark Phoenix Jean Grey X-Men Phoenix Professor X