JAKARTA - Review X-Men Dark Phoenix membawa penonton mengikuti perjalanan Jean Grey, salah satu mutan terkuat dalam kelompok X-Men. Film ini tidak hanya menyuguhkan pertarungan antarmutan, tetapi juga mengangkat trauma masa lalu, konflik keluarga, persahabatan, dan perjuangan Jean mengendalikan kekuatan yang semakin sulit dikontrol.
Dalam review X-Men Dark Phoenix, Jean Grey digambarkan sebagai mutan yang sejak kecil memiliki kemampuan luar biasa. Namun, kekuatan tersebut juga menjadi sumber masalah besar. Ketika emosinya tidak stabil, kemampuan Jean dapat melukai orang-orang di sekitarnya tanpa ia sadari.
Kisah X-Men Dark Phoenix bermula pada 1975 ketika Jean masih kecil. Dalam perjalanan bersama kedua orang tuanya, kekuatan mutannya tiba-tiba muncul. Jean yang terganggu oleh suara-suara di sekelilingnya kehilangan kendali hingga kekuatannya memengaruhi sang ibu yang sedang mengemudi. Mobil kemudian mengalami kecelakaan dan kedua orang tua Jean meninggal.
Baca Juga: Tes Masuk TNI Makin Menantang, Kenali Materi Psikotes CAT yang Sering Muncul
Jean Grey Dibawa Profesor X
Setelah kecelakaan, Charles Xavier atau Profesor X menemui Jean. Charles kemudian membawa Jean ke sekolah khusus mutan. Ia mencoba mendidik Jean agar mampu mengendalikan kemampuan yang dimilikinya.
Charles menggunakan perumpamaan sebuah pulpen untuk menjelaskan bahwa kekuatan hanyalah alat. Jean dapat memilih menggunakan kemampuan tersebut untuk membantu orang lain atau justru melakukan sesuatu yang berbahaya.
Bertahun-tahun kemudian, Jean tumbuh sebagai anggota X-Men. Kehidupannya berubah setelah sebuah misi penyelamatan astronot. Pesawat ulang-alik yang membawa para astronot mengalami masalah setelah terkena gelombang energi besar.
X-Men kemudian dikirim untuk menyelamatkan para awak. Jean menjadi orang terakhir yang berada di dalam pesawat. Ketika gelombang energi matahari menghantam, Jean menyerap energi tersebut ke dalam tubuhnya.
Peristiwa itu menjadi awal perubahan besar dalam dirinya.
Kekuatan Phoenix Membuat Jean Kehilangan Kendali
Setelah menyerap energi tersebut, kemampuan Jean meningkat tajam. Ia mulai merasakan emosi yang sulit dikendalikan. Kekuatannya juga muncul secara spontan ketika Jean mengalami tekanan.
Masalah semakin besar ketika Jean mengetahui bahwa Charles selama ini memengaruhi ingatannya. Charles ternyata menyembunyikan kenyataan mengenai kecelakaan yang menewaskan ibu Jean.
Jean kemudian mencari ayahnya dan menemukan bahwa pria tersebut masih hidup. Namun, pertemuan itu justru menghancurkan harapannya. Jean mengetahui bahwa ayahnya pernah meminta Charles merawatnya karena tidak sanggup menghadapi kekuatan Jean.
Kebenaran tersebut membuat Jean marah. Ketika X-Men datang untuk membawanya pulang, emosinya meledak. Raven atau Mystique berusaha menghentikan Jean, tetapi justru mengalami luka parah yang berujung pada kematian.
Peristiwa itu membuat hubungan antaranggota X-Men semakin retak. Magneto bahkan memilih memburu Jean karena menganggapnya sebagai ancaman.
Alien Mengincar Energi Phoenix
Konflik kemudian berkembang ketika kelompok alien datang ke Bumi. Mereka mengincar energi yang berada dalam tubuh Jean. Pemimpin kelompok tersebut berusaha memengaruhi Jean dengan mengatakan bahwa X-Men tidak memahami potensi kekuatannya.
Jean pun sempat percaya dan mengikuti mereka. Energi Phoenix dianggap dapat digunakan untuk menciptakan kehidupan baru. Namun, ambisi tersebut justru mengancam manusia dan para mutan.
Di tengah konflik, Profesor X berusaha mengembalikan ingatan Jean dan menunjukkan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud menghancurkannya. Jean akhirnya menyadari bahwa Charles sebenarnya berusaha melindunginya sejak kecil.
Baca Juga: Tes Masuk TNI Makin Menantang, Kenali Materi Psikotes CAT yang Sering Muncul
Pengorbanan Jean Menjadi Penutup Cerita
Pertarungan besar kemudian terjadi ketika pasukan pengendali mutan menangkap para anggota X-Men. Jean akhirnya kembali menggunakan kekuatannya untuk melindungi teman-temannya.
Dalam pertempuran terakhir, Jean menghadapi pemimpin alien tersebut seorang diri. Ia menyadari bahwa hanya dirinya yang mampu menghentikan ancaman tersebut.
Jean kemudian membawa musuhnya ke luar angkasa. Energi Phoenix yang sangat besar menghancurkan sang musuh, tetapi Jean juga menghilang dalam ledakan.
Setelah tragedi tersebut, sekolah mutan berganti nama menjadi Jean Grey School sebagai penghormatan. Charles memilih pensiun dan meninggalkan sekolah, sedangkan para anggota X-Men melanjutkan kehidupan mereka.
Adegan terakhir memperlihatkan simbol Phoenix di langit. Penutup itu memberikan kesan bahwa Jean mungkin telah menghilang, tetapi kekuatan dan warisannya tetap menjadi bagian penting dari dunia X-Men.
Secara keseluruhan, review X-Men Dark Phoenix menunjukkan film yang lebih banyak mengeksplorasi konflik batin Jean Grey. Kekuatan besar yang dimilikinya justru menjadi ujian terbesar, terutama ketika trauma masa lalu kembali muncul dan membuatnya kehilangan kendali.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Y&D