Mas Bre Brewok Audio, Pemilik Sound Horeg Blitar yang Kini Bisa Terjunkan 10 Tim

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Mas Bre, pemilik Brewok Audio asal Blitar, mengembangkan bisnis sound horeg dari hanya enam subwoofer hingga mampu menerjunkan 10 tim ke berbagai acara. 🔊🔥
Mas Bre, pemilik Brewok Audio asal Blitar, mengembangkan bisnis sound horeg dari hanya enam subwoofer hingga mampu menerjunkan 10 tim ke berbagai acara. 🔊🔥

BLITAR - Sound horeg kini menjadi salah satu hiburan yang semakin dikenal di wilayah Jawa Timur. Di balik perkembangan tren tersebut, terdapat sejumlah pemilik dan pengelola sound system yang membangun usahanya dari skala kecil. Salah satunya Muzahidin atau yang akrab disapa Mas Bre, pemilik Brewok Audio asal Blitar.

Sound horeg dalam bahasa Jawa memiliki arti guncangan. Istilah tersebut juga merujuk pada sistem audio berukuran besar dengan suara bervolume tinggi yang mampu menghasilkan getaran.

Mas Bre mulai berkecimpung di dunia sound horeg sejak 2019. Ketertarikannya terhadap dunia audio bermula ketika dirinya turut terlibat dalam bidang audio yang berfokus pada bass booster mobil.

Baca Juga: Personel Damkar Blitar Nyabu Kini Direhab, Terancam Dipecat jika Mengulangi

Dari ketertarikan tersebut, Mas Bre kemudian mulai membangun sound system sendiri. Awalnya, perangkat yang dimilikinya masih dalam jumlah terbatas. Ia hanya mempunyai enam subwoofer yang digunakan untuk kebutuhan acara karnaval.

Perkembangan usahanya kemudian berjalan secara perlahan. Sound system yang awalnya dibuat untuk digunakan sendiri mulai mendapatkan pelanggan yang menyewa untuk berbagai acara.

Seiring bertambahnya permintaan, Mas Bre terus menambah perangkat hingga Brewok Audio berkembang dan dikenal lebih luas. Usaha yang pada awalnya dijalankan dalam skala kecil tersebut akhirnya mampu menangani penyewaan sound system dalam jumlah lebih besar.

Baca Juga: Ormas Soroti PKS di Area KHDPK Blitar, Ada Dua Dokumen Saling Klaim Pengelolaan Hutan

Perjalanan Mas Bre bersama Brewok Audio tidak selalu berjalan mulus. Dalam transkrip disebutkan bahwa dirinya sempat dianggap remeh oleh masyarakat. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk terus mengembangkan usaha.

Mas Bre juga merekrut masyarakat di sekitar untuk bergabung menjadi bagian dari tim Brewok Audio. Perkembangan jumlah pelanggan membuat kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat.

Brewok Audio bahkan disebut mampu menerjunkan hingga 10 tim untuk menangani acara yang berbeda dalam waktu bersamaan. Setiap tim terdiri dari tujuh orang yang bertugas di lokasi acara.

Kemampuan menerjunkan banyak tim tersebut menunjukkan perkembangan usaha Brewok Audio dibandingkan ketika Mas Bre baru memiliki enam subwoofer untuk kebutuhan karnaval.

Layanan Brewok Audio juga tidak hanya mencakup wilayah Blitar dan sekitarnya. Usaha tersebut melayani penyewaan hingga ke luar kota maupun luar provinsi.

Bersamaan dengan berkembangnya usaha, layanan yang ditawarkan Brewok Audio juga semakin luas. Harga sewa sound horeg yang disebutkan dalam transkrip mulai dari sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta.

Baca Juga: Karnaval Pagarsari Ngantang 2026 Siap Digelar, Tim 5 dan 6 Turunkan 24 Subwoofer

Selain menyewakan sound system, Mas Bre juga menjual berbagai perlengkapan sound system. Aktivitas tersebut dilakukan melalui YouTube dan media sosial yang digunakannya untuk memperkenalkan produk maupun perlengkapan audio.

Perjalanan Mas Bre menunjukkan bagaimana ketertarikan terhadap dunia audio dapat berkembang menjadi sebuah usaha. Dari awal yang hanya memiliki enam subwoofer untuk acara karnaval, Brewok Audio kemudian berkembang hingga mampu mengelola beberapa tim untuk melayani acara di berbagai wilayah.

Perkembangan tersebut juga memperlihatkan bahwa bisnis sound horeg tidak hanya berkaitan dengan perangkat audio berukuran besar. Di dalamnya terdapat kebutuhan pengelolaan tim, penyewaan peralatan, hingga penjualan perlengkapan sound system.

Brewok Audio pun menjadi bagian dari perkembangan hiburan sound horeg yang tengah naik daun di sejumlah wilayah Jawa Timur.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
brewok audio blitar sound horeg sound system Mas Bre