JAKARTA - Ahmad Abdul Aziz atau yang akrab dipanggil Memet Potensio menjadi sorotan di media sosial karena wajahnya yang selalu terlihat mengantuk. Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah netizen menuding dirinya mengonsumsi obat terlarang. Padahal, menurut Memet, wajah ngantuk itu muncul karena pola tidur yang berantakan akibat aktivitasnya di dunia sound horek.
Memet dikenal sebagai teknisi sound yang bekerja bersama Brewok Audio. Ia telah menekuni dunia sound horek sejak 2007. Julukan "Potensio" yang melekat pada namanya diambil dari tuas pada mixer yang berfungsi mengatur volume.
Wajah Memet yang terlihat lelah kemudian menjadi bahan meme di media sosial. Ia bahkan mendapat julukan "Thomas Alfa Edisund". Namun, julukan tersebut ternyata tidak terlalu dipahami oleh Memet.
Baca Juga: Paket Sound Rp130 Juta Ini Bukan Kaleng-Kaleng, 8 Betavo dan Event 212 Siap Gebrak Lapangan
Ketika ditanya mengenai Thomas Alfa Edison, Memet justru mengaku tidak tahu. Ia bahkan sempat bertanya kembali mengenai sosok tersebut.
Di balik wajah mengantuk yang menjadi viral, aktivitas Memet memang membuat waktu istirahatnya tidak teratur. Ia menceritakan, kegiatan karnaval biasanya dimulai sekitar pukul 21.00 atau 22.00 dan dapat berakhir hingga sekitar pukul 05.00.
Setelah acara selesai, waktu tidur yang dimilikinya sangat terbatas. Memet mengaku hanya sempat tidur sekitar satu hingga dua jam sebelum kembali berpindah lokasi.
Baca Juga: Paket Sound Rp130 Juta Ini Bikin Melongo, 8 Speaker Betavo dan Event 212 Siap Guncang Lapangan
"Biasanya event Carnaval itu mulainya jam 09.00 malam, jam 10.00 malam gitu. Terus finishnya sampai jam 05.00 pagi," kata Memet.
Kondisi tersebut membuat pola tidurnya berantakan. Ia juga mengaku jarang pulang karena harus mengikuti aktivitas sound dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Untuk menjaga kondisi tubuh, Memet menyebut dirinya lebih banyak mengandalkan kopi dan memastikan perut tidak kosong. Sementara itu, kantong mata yang terlihat jelas menurutnya memang sudah menjadi bagian dari dirinya.
"Kalau kantong mata itu emang udah bawaan," ujarnya.
Perjalanan Memet di dunia sound horek tidak selalu berjalan mulus. Fenomena sound horek yang menghasilkan suara keras sempat mendapat kritik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan disebut telah mengeluarkan fatwa haram terkait fenomena tersebut.
Alih-alih menolak, Memet justru menyatakan kesediaannya mengikuti arahan dan pembinaan. Ia berharap ada panduan yang jelas mengenai bagaimana sound horek dapat dijalankan tanpa menimbulkan persoalan.
Baca Juga: Cara Membuat Kostum Adat dari Plastik Kresek, Lengkap dengan Rompi, Celana hingga Mahkota
Menurut Memet, pembinaan dapat mencakup aturan mengenai tingkat volume maupun jumlah perangkat yang digunakan.
"Saya malah setuju, Mas. Malah senang saya. Jadi ada yang mengarahkan saya dan teman-teman," kata dia.
Ia juga mengaku memahami bahwa kegiatan sound harus memperhatikan waktu ibadah. Ketika memasuki waktu salat lima waktu, sound disebut akan dimatikan sementara.
Baca Juga: Cara Membuat Kostum Adat dari Plastik Kresek, Lengkap dengan Rompi, Celana hingga Mahkota
Hal serupa dilakukan ketika terdapat kegiatan ibadah di gereja yang berada di desa. Memet mengatakan sound tidak dibunyikan sebelum kegiatan ibadah selesai.
"Kita itu juga tahu batasan ketika waktunya salat lima waktu, sound juga kita matikan," ujarnya.
Meski aktivitas sound horek sempat mendapat kritik karena dinilai mengganggu, termasuk membuat ibu hamil dan lansia harus mengungsi, Memet tetap menjalani pekerjaannya dengan santai. Ia menegaskan bahwa para pelaku sound juga memiliki batasan dalam menjalankan aktivitas.
Popularitas Memet di media sosial ternyata tidak otomatis membuat penghasilannya melonjak. Meski demikian, viralnya sosok Memet justru memperkenalkan dirinya kepada lebih banyak orang.
Di balik aktivitasnya sebagai teknisi sound, Memet ternyata memiliki latar belakang sebagai musisi dangdut. Ia menyimpan satu impian besar, yakni dapat berkolaborasi dengan Rhoma Irama.
Memet mengaku sangat mengagumi sang musisi. Bahkan, ia sudah membayangkan lagu yang ingin dibawakan jika kesempatan tersebut benar-benar datang.
"Saya itu pengin kolaborasi sama Bung Haji Roma Irama karena saya ngefans sekali sama beliau," katanya.
Baca Juga: Kostum Karnaval dari Plastik Kresek dan Bubble Wrap Bekas, Kreatif dan Ramah Lingkungan
Ia menyebut lagu "Gala-Gala Ngantuk" sebagai salah satu gagasan yang ingin dibawakan dalam kolaborasi tersebut.
Kisah Memet Potensio memperlihatkan sisi lain dari fenomena sound horek. Di satu sisi, aktivitas tersebut membuatnya dikenal luas karena keahliannya mengolah suara. Di sisi lain, wajah lelah akibat aktivitas malam hingga dini hari justru membuatnya menjadi bahan perbincangan netizen.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha