BLITAR KAWENTAR - Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan baru di FIFA ASEAN Cup setelah hasil kurang memuaskan pada Piala AFF 2026. Turnamen ini menjadi kesempatan bagi John Herdman untuk kembali membangun kepercayaan publik sekaligus menguji kekuatan skuad Garuda yang diisi sejumlah pemain abroad dan pemain dari kompetisi domestik.
Ekspektasi terhadap Timnas Indonesia cukup tinggi karena ajang FIFA ASEAN Cup menjadi salah satu turnamen regional yang masuk dalam kalender FIFA. Selain mengejar prestasi, setiap pertandingan juga berpotensi memberikan tambahan poin bagi peringkat dunia.
Baca Juga: Mohammad Hatta, Sang Proklamator yang Pernah Dipenjara Belanda hingga Mundur dari Jabatan
John Herdman Hadapi Ekspektasi Tinggi
Kegagalan Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di Piala AFF 2026 membuat performa John Herdman mendapat sorotan. Strategi permainan Garuda menjadi salah satu aspek yang banyak diperbincangkan setelah Indonesia kesulitan menemukan konsistensi dalam pertandingan.
Dalam narasi yang berkembang di kalangan suporter, Herdman kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki penampilan tim. Kehadiran sejumlah pemain yang sebelumnya tampil di FIFA Matchday juga membuat komposisi skuad Indonesia berbeda dibandingkan Piala AFF.
FIFA ASEAN Cup pun menjadi ujian bagi Herdman untuk menunjukkan perkembangan permainan Timnas Indonesia sekaligus membangun kembali kepercayaan suporter.
Baca Juga: Istri Soekarno dari Utari hingga Heldy, Kisah Cinta Sang Proklamator Penuh Liku
Skuad Indonesia Diisi Banyak Pemain Abroad
Salah satu perhatian utama menjelang turnamen adalah komposisi skuad Garuda. Dari 23 pemain yang disebut masuk dalam daftar, sebagian besar merupakan pemain yang berkarier di luar negeri.
Beberapa nama yang disebut antara lain Kevin Diks, Justin Hubner, Elkan Baggott, Nathan Tjoe-A-On, Emil Audero, hingga Ole Romeny. Komposisi tersebut membuat Timnas Indonesia memiliki pengalaman pemain dari sejumlah kompetisi Eropa.
Sementara itu, beberapa pemain dari kompetisi domestik juga tetap menjadi bagian skuad. Namun, dalam transkrip disebutkan jumlah pemain dari Super League yang dipanggil mengalami perubahan setelah Yance Sayuri dan Doni Tri Pamungkas tidak dapat bergabung karena persoalan kebugaran.
Kombinasi pemain abroad dan domestik tersebut menjadi salah satu aspek yang akan diperhatikan dalam penampilan Indonesia di FIFA ASEAN Cup.
FIFA ASEAN Cup Jadi Persiapan Menuju Piala Asia
Turnamen ini juga dapat menjadi bagian dari persiapan Indonesia menuju Piala Asia 2027. Level persaingan di Piala Asia nantinya akan berbeda karena Garuda berpotensi menghadapi tim-tim dengan pengalaman lebih tinggi di kompetisi internasional.
Karena itu, FIFA ASEAN Cup dapat dimanfaatkan untuk menguji konsistensi permainan sekaligus mencari komposisi terbaik sebelum menghadapi agenda yang lebih besar.
Indonesia sendiri dijadwalkan menghadapi sejumlah negara Asia Tenggara dalam fase grup, termasuk Singapura dan Malaysia, serta Bangladesh.
Peluang Tambahan Poin Ranking FIFA
Status FIFA ASEAN Cup sebagai turnamen yang masuk kalender FIFA membuat hasil pertandingan juga berkaitan dengan perolehan poin ranking dunia.
Dalam narasi tersebut, tiga kemenangan di fase grup disebut berpotensi memberikan tambahan sekitar 11 poin bagi Indonesia. Jika hasil pertandingan negara lain tidak mengalami perubahan, tambahan tersebut dapat membantu Garuda memperbaiki posisi di ranking FIFA.
Sebaliknya, kekalahan juga dapat memberikan dampak terhadap perolehan poin. Karena itu, setiap pertandingan fase grup menjadi penting bagi Indonesia, terutama ketika menghadapi lawan yang memiliki posisi ranking lebih rendah.
Perubahan Gaya Bermain Jadi Sorotan
Selain hasil akhir, performa permainan Timnas Indonesia juga akan menjadi perhatian. Pada Piala AFF sebelumnya, permainan Garuda dinilai terlalu mudah dibaca ketika serangan lebih banyak diarahkan melalui umpan silang kepada striker.
Kini, Indonesia memiliki sejumlah opsi di lini depan, termasuk Ole Romeny. Kehadiran pemain tersebut diharapkan memberikan variasi dalam membangun serangan.
Di lini tengah, keberadaan pemain dengan kemampuan fisik dan distribusi bola juga menjadi bagian dari komposisi baru. Sementara di lini belakang, nama Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner menjadi beberapa opsi yang dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan.
FIFA ASEAN Cup akhirnya menjadi panggung penting untuk melihat sejauh mana perubahan tersebut dapat diterapkan dalam pertandingan kompetitif.
Bagi John Herdman, turnamen ini bukan hanya soal mengejar hasil. Performa Timnas Indonesia juga akan menjadi ukuran perkembangan skuad setelah melalui berbagai agenda internasional.
Sementara bagi suporter, FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan untuk melihat apakah Garuda mampu tampil lebih konsisten sekaligus bersaing memperebutkan gelar juara di level Asia Tenggara.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest