BLITAR - Sebuah mobil Katana putih terguling di Jalan Raya Penataran masuk Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, kemarin siang (17/4). Terakhir, diduga supir Katana yang terlibat tabrak lari di bawah pengaruh alkohol atau minuman keras (miras).
Warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Yayuk Sulaiman mengaku tidak terlalu mengetahui kronologi kecelakaan tersebut.
Meskipun begitu, dia mengetahui ketika sopir yang mengendarai Katana putih dibawa polisi usai menabrak pengendara motor dari belakang hingga mobilnya terbalik.
“Mobil Katana dan motor Jupiter sama-sama berjalan dari timur menuju Kota Blitar. Dari kesaksian warga lain, mobil Katana melaju kencang karena dikejar oleh sekelompok orang. Sebelumnya, sopir Katana itu menabrak beberapa pengendara motor di Kecamatan Gandusari hingga dikejar massa,” ujar Yayuk.
Sementara itu, Kanit Gakkum Polres Blitar Ipda Anggit Purba Sukma membenarkan adanya mobil Katana yang terguling di jalan raya dekat tikungan Desa Sidodadi. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
"Iya benar ada kejadian tersebut. Untuk kronologi pastinya masih kami dalami, masih meminta keterangan dari saksi dan korban," kata Anggit.
Anggit menjelaskan, sopir Katana diduga sempat terlibat tabrak lari pada dua lokasi kejadian berbeda, yakni di Kecamatan Garum dan Gandusari. Parahnya, sopir tersebut di bawah pengaruh alkohol. Namun, hal itu masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menunggu hasil visum dari rumah sakit.
"Kami masih menunggu pemeriksaan visum di rumah sakit, baik pengemudi dan korban. Dugaannya sopir Katana ada pengaruh alkohol, karena tercium dari mulutnya seperti itu," terangnya.
Menurut Anggit, berdasarkan keterangan saksi, mobil Katana berwarna putih itu melaju dari arah timur atau Kecamatan Gandusari menuju barat atau Kecamatan Garum.
Ada tiga kendaraan terlibat dalam kejadian tersebut, yakni satu unit mobil Katana dan dua unit sepeda motor.
Usai kejadian itu, sopir mobil sudah diamankan di Mapolres Blitar untuk penyelidikan lebih lanjut. Sopir tersebut juga telah mendapatkan perawatan setelah sempat dihajar oleh warga.
"Sudah diamankan, tadi sempat mendapatkan penghakiman dari warga karena tidak mau berhenti. Sekarang masih kami dalami untuk kronologi lengkapnya, nanti kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila