Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PMI Asal Blitar Ditangkap Polisi di Korea Selatan Usai Terlibat Penusukan, Begini Tanggapan Disnaker

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 10 Mei 2024 | 21:00 WIB

 

ilustrasi penusukan
ilustrasi penusukan

BLITAR - Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar diduga menjadi pelaku penusukan terhadap sesama pekerja Indonesia di Korea Selatan (Korsel).

Hingga kini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar masih menelusuri keluarga dari pelaku yang berinisial N. Kini, N sudah ditangkap kepolisian setempat.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Blitar, Yopie Kharisma Sanusi mengatakan, kabar itu didapatkannya dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Korsel.

Dari data mereka, pelaku penusukan itu hanya memiliki paspor. Identitas lain seperti kartu tanda penduduk (KTP) belum ditemukan.

“Kami masih berusaha memastikan apakah pelaku penusukan N ini merupakan warga Kabupaten Blitar. Sebab, dari paspor yang dimiliki memang tertulis kelahiran Blitar. Bahkan diketahui dia overstay di Korsel,” ujar Yopie.

Dia melanjutkan, N ternyata melebih batas izin tinggal di Negeri Gingseng karena sudah berangkat ke luar negeri sejak 2014.

Setelah itu, dia tidak memperpanjang izin tinggalnya dengan mengurus paspor atau visa. Maka dari itu, PMI ini tidak hanya bersalah terlibat kekerasan dengan temannya, tapi juga melanggar terkait imigrasi.

Disnaker masih berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar untuk mencari identitas lengkap N ini.

Selain itu, juga terus berkomunikasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan KBRI untuk memastikan identitas dan kondisi PMI yang dimungkinkan asal Kabupaten Blitar ini.

“Kami masih terkendala untuk mencari data N ini. Karena dia berangkat pada 2014 lalu memakai aplikasi yang berbeda dengan sekarang. Sedangkan aplikasi waktu itu sudah tidak bisa diakses lagi. Kami masih berusaha mencoba masuk aplikasi,” ungkapnya.

Dia menyebut, kemungkinan pekerjaan lama N sudah habis kontrak dan mencari pekerjaan baru. Namun, N tidak melaporkan hal tersebut pada aplikasi disnaker. Maka dari itu, data terbaru terkait keberadaannya tidak terdeteksi.

Disnaker berusaha menyelidiki identitas N dari foto yang telah tersebar di sosial media (sosmed). Foto tersebut kemungkinan dapat dideteksi oleh alat yang dimiliki Dispendukcapil Kabupaten Blitar.

“Maka dari itu, kami masih menunggu kepastian identitas N, terduga warga Blitar yang menjadi pelaku penusukan di Korsel,” pungkasnya.

Diketahui, pertengkaran yang berujung pada aksi penusukan ini melibatkan antar-PMI di Korea Selatan pada 28 April 2024. Akibatnya, seorang pria asal Cirebon, Jawa Barat, atas nama Ade Irawan meninggal dunia di Daegu, Korsel.

Pria tersebut tewas usai ditusuk oleh PMI yang diduga asal Blitar. Polisi Korsel mengamankan satu pelaku dan masih melakukan penyelidikan karena diduga pelakunya lebih dari satu.(jar/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #PMI #korea selatan #Disnaker