BLITAR KAWENTAR - Pengawasan terhadap keselamatan arus mudik Lebaran mulai diperketat. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kendaraan dan tes urine terhadap sopir angkutan umum di Terminal Kesamben, kemarin (16/3). Namun hanya 10 sopir dan kru bus yang dites.
Kepala BNN Kabupaten Blitar, Wahjudi Santoso mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan selama arus mudik.
Mulai dari pemeriksaan kendaraan hingga tes urine untuk memastikan sopir tidak menggunakan narkoba.
“Kami melakukan tes urine terhadap 10 orang secara acak dan hasilnya semuanya negatif. Kami lakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB,” ujarnya saat ditemui di Terminal Kesamben.
Wahjudi mengakui, tahun ini pelaksanaan tes urine untuk arus mudik ini terbatas sehingga menurun dari tahun sebelumnya yang bisa melakukan tes kepada 15 orang.
Hal itu dikarenakan adanya efisiensi anggaran yang terjadi dalam pengadaan alat
. “Kami dapat bantuan alat menurun jumlahnya dari dinas kesehatan. Dampak efisiensi anggaran,” tuturnya.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik, Siap-siap Ini Sanksinya
Wahjudi menyebut tes urine tersebut menjadi langkah pencegahan dini untuk menghindari potensi kecelakaan akibat pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkotika.
Namun hanya 10 sopir dan kru bus yang dilakukan tes. BNN juga akan melaksanakan pemeriksaan serupa di sejumlah terminal.
Salah satunya di Terminal Patria Kota Blitar yang menjadi titik berkumpulnya sopir dan awak angkutan.
“Jika dalam pemeriksaan ditemukan sopir positif menggunakan narkoba, BNN akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui sumber narkoba dan tingkat ketergantungannya. Setelah itu bisa dilanjutkan rehabilitasi,” jelasnya.
Selain tes urine, petugas dari dishub juga melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap kendaraan angkutan umum.
Sementara itu, Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung, Saikudin mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap enam kendaraan yang terdiri dari lima bus dan satu kendaraan elf.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan semua kendaraan dalam kondisi baik dan layak untuk dioperasikan,” ujarnya.
Baca Juga: Ramadan Jadi Ajang untuk Jaga Ibadah dan Kebiasaan Baik
Ramp check dilakukan dengan memeriksa dokumen kendaraan serta memastikan seluruh fungsi kendaraan berjalan normal, mulai dari sistem pengereman hingga perlengkapan keselamatan.
Jika ditemukan kendaraan tidak layak jalan atau dokumen tidak lengkap, petugas akan langsung melakukan penindakan.
“Kalau terkait dokumen biasanya langsung dilakukan penilangan. Kegiatan inspeksi keselamatan ini akan terus dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2026,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah