BERBAHAYA: Pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti terkait ledakan petasan di Mushola Arruba' Udanawu Blitar.
BLITAR KAWENTAR – Tragedi ledakan petasan kembali memakan korban di wilayah hukum Polres Blitar Kota.
Dua remaja harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena ledakan saat diduga sedang merakit petasan di area Mushola Arruba’, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Selasa (17/3/2026).
Identitas korban diketahui berinisial MZAF (16) dan MAP (19). Keduanya merupakan warga asal Kabupaten Kediri yang saat itu tengah berada di wilayah Udanawu, Blitar.
Akibat insiden ini, keduanya kini harus menjalani perawatan intensif di RS Al Ittihad, Kediri.
Berdasarkan data medis, kondisi kedua korban cukup memprihatinkan. Mereka mengalami luka bakar serius di bagian wajah, dada, tangan, hingga kaki.
"Tingkat luka bakarnya diperkirakan mencapai 35 hingga 45 persen," jelas Kapolsek Udanawu, Achmat Rochan.
Dugaan awal menyebutkan bahwa ledakan terjadi saat kedua korban mencoba memasukkan bahan mesiu ke dalam selongsong petasan.
Ketidaksengajaan dalam proses perakitan tersebut memicu percikan yang berujung pada ledakan hebat.
"Saat ini korban belum bisa kami interogasi karena masih dalam kondisi trauma dan menjalani perawatan medis serius atas luka bakarnya," terang Kapolsek.
Peristiwa memilukan ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya kaum muda, untuk mematuhi larangan pembuatan petasan selama bulan Ramadan.
Insiden ini menambah daftar panjang korban petasan di Blitar setelah tahun sebelumnya kejadian serupa juga memakan korban di Kecamatan Ponggok.(kho/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah