
BAHAYA: Pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti terkait ledakan petasan di Mushola Arruba'.
BLITAR KAWENTAR – Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, memastikan ledakan yang terjadi di Desa Bakung, Udanawu, Kabupaten Blitar disebabkan oleh petasan atau mercon.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua remaja mengalami luka bakar dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ia menjelaskan, korban pertama berinisial ZF mengalami luka bakar sekitar 35 persen. Sementara korban lainnya, AP, mengalami luka bakar lebih parah yakni sekitar 40 persen.
“ZF kondisi luka bakar 35 persen. Satu lagi AP mengalami luka bakar 40 persen, masing-masing di bagian wajah, tangan, dada sama kaki,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ledakan tersebut dipastikan berasal dari petasan.
Tim penjinak bom (Jibom) juga telah diterjunkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya lainnya.
“Hal ini bisa kami pastikan bahwasanya ledakan ini diakibatkan oleh petasan. Hari ini kami datangkan Jibom untuk melakukan netralisasi di TKP apakah masih ada mercon atau benda lain yang bisa memicu ledakan,” jelasnya.
Baca Juga: Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Terkuak! Formasi 3 Bek, Wing Play Agresif, dan Mimpi Lolos Piala Dunia 2030
Ia menambahkan, saat ini lokasi kejadian telah dinyatakan aman, meskipun masih dipasang garis polisi karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Saat ini sudah netral dan TKP dalam keadaan aman, walaupun masih di police line karena masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Terkait dugaan korban meracik petasan di lokasi kejadian, Kapolres mengaku belum dapat memastikan hal tersebut. Pasalnya, kondisi korban masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan.
“Untuk keterangan belum bisa kami dapatkan karena kedua korban masih di opname. Satu posisi sedang dioperasi dan satunya masih dirawat,” ungkapnya.
Namun demikian, dari hasil olah tempat kejadian perkara oleh tim Jibom, ditemukan sejumlah alat yang mengarah pada aktivitas perakitan petasan di lokasi tersebut.
“Dari olah TKP awal ditemukan beberapa alat yang bisa disimpulkan bahwa lokasi itu memang tempat pembuatan,” pungkasnya.(kho)
Editor : M. Subchan Abdullah