
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (17/3) dini hari itu terdengar hingga radius ratusan meter dari lokasi kejadian.
Salah satu warga setempat, Ladi, mengaku mendengar suara dentuman ledakan cukup keras dari jarak sekitar 200 meter. Saat kejadian, suasana lingkungan masih tergolong ramai oleh aktivitas warga.
“Jam 23.00 sampai jam 01.00 itu ramai di sini. Saya dengar dari sekitar 200 meter. Kaget, saya kira letusan, tapi rumah siapa tidak tahu,” ujarnya.
Meski mendengar suara keras, Ladi mengaku tidak langsung menuju lokasi karena tidak mengetahui secara pasti sumber suara ledakan tersebut.
Dia memilih tetap berada di rumah hingga mendapatkan informasi lanjutan dari warga lainnya. “Saya cuma di rumah saja, tidak sempat cek ke sini,” katanya.
Dari informasi yang beredar di lingkungan sekitar, terdapat dua korban dalam kejadian tersebut. Keduanya disebut masih berusia muda dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ada dua korban katanya, masih anak-anak. Dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Namun demikian, Ladi mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi terbaru kedua korban. Dia hanya mendengar kabar bahwa keduanya mengalami luka cukup serius akibat ledakan tersebut.
“Tidak jelas kondisinya, tapi katanya dua-duanya parah,” imbuhnya.
Dia juga menjelaskan, lokasi ledakan berada di area belakang musala yang biasa digunakan sebagai tempat kegiatan mengaji anak-anak setiap sore hari. Aktivitas tersebut rutin diikuti oleh warga sekitar.
“Di belakang musala itu tempat ngaji. Setiap sore banyak anak-anak di situ,” jelasnya.
Terkait identitas korban, Ladi menyebut keduanya merupakan warga sekitar yang cukup dikenal di lingkungan tersebut.
“Orang sini, yang punya. Sama rumah sebelah,” pungkasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan serta mengungkap kronologi lengkap kejadian.
Polisi masih menunggu waktu lantaran korban masih belum bisa dimintai keterangan. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah