Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Desak Kampus Pecat Dosen UNU Blitar Terduga Pelecehan, Mahasiswa: Kami Siap Demo Tiga Hari Berturut-turut

M. Subchan Abdullah • Senin, 18 Mei 2026 | 11:10 WIB
CB TANDOYO/RADAR BLITAR
USUT TUNTAS: Mahasiswa dari organisasi PMII Blitar memasang spanduk protes dengan tulisan Mosi Tidak Percaya, di depan kampus, kemarin (17/5).
CB TANDOYO/RADAR BLITAR USUT TUNTAS: Mahasiswa dari organisasi PMII Blitar memasang spanduk protes dengan tulisan Mosi Tidak Percaya, di depan kampus, kemarin (17/5).

BLITAR KAWENTAR - Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret salah satu dosen di UNU Blitar memicu gelombang protes mahasiswa. PMII Komisariat UNU Blitar bersama LPM Bhanu Tirta menyatakan akan menggelar aksi selama tiga hari berturut-turut mulai Selasa (19/5) hingga Kamis (21/5) pekan depan.

Keputusan itu muncul usai audiensi kedua dengan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) kampus yang dinilai belum menghasilkan keputusan final terhadap terduga pelaku.

Hal tersebut membuat mahasiswa menyatakan kekecewaannya melalui banner protes bertuliskan “Mosi Tidak Percaya” terhadap kampus hijau tersebut. 

Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Kawal Penguatan KDKMP, Siap Jadi Motor Perekonomian Desa

Ketua Komisariat PMII UNU Blitar, Ahmad Kafi mengatakan, tuntutan mahasiswa tetap meminta kampus menjatuhkan sanksi pemecatan tidak hormat kepada dosen yang dilaporkan.

”Hari ini kami audiensi kedua dengan BPP, tetapi belum ada keputusan final terkait tuntutan kami,” ujarnya, Sabtu (16/5/

Sebagai bentuk kekecewaan, massa mahasiswa membentangkan poster bertuliskan “Mosi Tidak Percaya kepada Kampus” di depan lingkungan kampus. Mahasiswa mendesak kampus untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen terhadap mahasiswi. Bahkan berharap bisa diproses hukum jika terdapat cukup bukti kuat.  

Baca Juga: 6 Mobil Keluarga Paling Nyaman dan Irit untuk Mudik, Innova Reborn Diesel hingga Xpander Jadi Andalan

Kafi menegaskan, apabila tuntutan tidak segera dipenuhi, mahasiswa akan menggelar aksi selama tiga hari berturut-turut mulai Selasa hingga Kamis.

“Kami akan melaksanakan aksi tiga hari berturut-turut sampai tuntutan dipenuhi,” tegasnya.

Selain itu, PMII juga berencana melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian dan kampus sebagai tindak lanjut agenda demonstrasi.

Baca Juga: Toyota Foxy 2026 Siap Jadi MPV Premium Masa Depan, Hybrid Canggih, Kabin Mewah dan Fitur Super Lengkap

Sebelumnya, pihak kampus melalui BPP UNU Blitar telah menonjobkan terduga pelaku dari aktivitas mengajar. Kampus juga menyatakan siap mendukung proses hukum apabila korban melapor ke aparat penegak hukum.(bud/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#blitar #mahasiswi #pelecehan seksual #UNU Blitar #dosen