BLITAR KAWENTAR - Unggahan video berdurasi 41 detik yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan (bullying) anak di bawah umur mendadak viral di jagat media sosial TikTok dan jejaring grup WhatsApp, Kamis (6/8). Aksi kekerasan itu terjadi di sebuah jalan diduga di Desa Resapombo, Kecamatan Doko.
Dalam rekaman video yang beredar luas itu, tampak seorang anak berkaus hitam berdiri di tengah jalan menghadang laju sepeda motor. Pelaku kemudian secara arogan menarik kerah baju korban anak berkaus hijau yang saat itu masih berada di atas jok sepeda motor.
Korban yang tak berdaya hanya bisa terdiam saat dimaki-maki dengan nada tinggi oleh pelaku. Tak berhenti di situ, pelaku juga melayangkan tamparan keras ke arah wajah korban. Pada tamparan pertama, korban tidak berkutik, namun korban terlihat sempat menepis saat pelaku berupaya melayangkan tamparan kedua.
Baca Juga: PNM Humanity Perkuat Ketahanan Mental dan Kepemimpinan Perempuan Mekaar melalui Talkshow Inspiratif
Ironisnya, aksi perundungan tersebut diduga disaksikan dan direkam oleh beberapa anak lain di lokasi kejadian. Bukannya memisah, terdengar suara sorakan dan provokasi dari rekan-rekan pelaku dalam rekaman video yang kian menyulut suasana.
Kapolsek Doko AKP Haryono membenarkan kejadian perundungan yang terjadi pada Kamis (6/8) pukul 17.00 WIB tersebut. Korban berinisial SR, laki-laki, 15, dan pelaku berinisial MH, 15, keduanya warga Resapombo Kecamatan Doko. “Untuk kronologi kejadiannya, awalnya pada Kamis sekitar jam 17.00 WIB, korban dan pelaku selesai bermain voli di lapangan SD Resapombo. Lalu, korban SR ditegur oleh pelaku MH karena pernah meminjam uang Rp 100 ribu,” jelasnya.
Kemudian, kata Haryono, MH menagih kekurangan utang kepada SR, tetapi korban menjawab “besok-besok”. Hal itu membuat pelaku emosi dan langsung melakukan kekerasan dengan memukul dan menampar sebanyak dua kali, mengenai pipi sebelah kiri dan dipukul ke arah kepala namun berhasil ditangkis dengan tangan kiri oleh korban.
Baca Juga: PSV Eindhoven Kena Comeback, Fortuna Sittard Curi Keunggulan Lewat Gol Romany dan Mishu
Setelah itu, korban dan pelaku kembali ke rumah masing-masing. Tidak berselang lama, pada Kamis malam beredar video perundungan tersebut di sosial media, hingga mendapatkan perhatian oleh netizen.
Ramainya video tersebut di sosial media, Polsek Doko merespons cepat terhadap informasi video yang beredar, dan mendatangi rumah SR dan MH bersama kepala dusun untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Lalu dilakukan mediasi di kantor desa pada Jumat pagi, antara pelaku, korban, sekolah, polisi, dan UPT PPA. Pertemuan itu berlangsung hampir tiga jam dan berujung damai.
“Dari mediasi yang telah kami fasilitasi ini, diperoleh kesepakatan permasalahan perundungan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Petugas memberikan beberapa hal edukasi imbauan kepada korban, pelaku, dan keluarga agar permasalahan tersebut tidak terulang dan orang tua meningkatkan pengawasan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Baca Juga: Fortuna Sittard Bikin Kejutan, PSV Eindhoven Dipermalukan di Kandang
Haryono menyebut bahwa sebenarnya keduanya ini teman bermain yang tinggal satu RW beda RT. Bahkan, setiap hari ketemu bermain bersama, dan mungkin ada permasalahan sedikit terkait itu. Usai kejadian itu, korban mengalami trauma, tetapi kemarin sudah masuk sekolah.
“Korban perundungan lebih dari satu. Maka dari itu, untuk korban yang lainnya, kepolisian akan melakukan pendalaman penyelidikan bermoordinasi dengan unit PPA Polres Blitar. Langkah itu untuk meneliti kebenarannya dan menggali keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.(jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah