Tercemar Limbah Kotoran Sapi hingga Sumur Warga. Masyarakat Blitar Gedor PT Greenfields

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:20 WIB
Unjuk rasa di depan Pabrik Greenfield di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi, pada Selasa (13/10).
Unjuk rasa di depan Pabrik Greenfield di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi, pada Selasa (13/10).

 

Blitar – Geram lantaran pencemaran lingkungan tak kunjung usai, gelombang aksi protes warga Blitar pecah di depan pintu gerbang PT Greenfields Indonesia Farm 2 di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Warga menuntut komitmen, atas dugaan pencemaran limbah kotoran sapi yang mencemari aliran sungai.

Dugaan pembuangan limbah tanpa pengolahan memadai tersebut dinilai telah mengancam kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar dalam jangka panjang.

Perwakilan warga, Aldila Ferdiansah mengatakan aksi turun ke jalan ini menjadi puncak kejenuhan masyarakat. Pencemaran kotoran sapi dari instalasi peternakan raksasa tersebut tercatat melahap dua aliran sungai vital di wilayah Blitar, yakni Sungai Genjong dan Sungai Lekso.

"Semenjak PT Greenfields Indonesia beroperasi di sini, lingkungan kami tercemar utamanya sungai. Selama ini janji pengolahan limbah yang katanya bisa mengurai pencemaran ternyata tidak berjalan seperti yang disampaikan," ujar Aldila, usai aksi demo yang berjalan tiga hari ini.

Dia melanjutkan, dampak buruk pencemaran tidak sekadar mematikan ekosistem sungai, tetapi juga sudah merembet merusak kualitas air bersih warga.  Beberapa sumur milik warga yang berada di dekat bantaran sungai dilaporkan mulai berubah warna dan berbau akibat resapan limbah kotoran ternak.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit September 2026 Naik 22,85 Persen, Uang Belanja Masyarakat Makin Terbatas

Aldila menyebut, masyarakat khawatir jika pembiaran ini terus berlanjut tanpa ada penindakan tegas, dampaknya akan semakin masif dan merugikan kesehatan anak cucu mereka pada masa mendatang.

"Kalau dibiarkan terus-menerus, lingkungan kita rusak total. Sumber air dan sumur warga yang dekat dengan sungai sudah ikut tercemar. Tuntutan utama kami adalah hentikan pencemaran lingkungan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Aldila menguraikan bahwa masyarakat sejatinya telah menempuh jalur persuasif secara maraton. Berbagai forum audiensi, rapat koordinasi bersama manajemen, hingga hearing di gedung DPRD Kabupaten Blitar telah berulang kali digelar.

Namun, lantaran evaluasi di lapangan terkesan jalan di tempat dan tidak ada perubahan signifikan, warga akhirnya memilih menggelar aksi mendatangi lokasi pabrik.

Baca Juga: Harga Emas Antam 14 Oktober 2026 Masih Rp2,574 Juta, Spread Buyback Jadi Perhatian

Masyarakat mendesak PT Greenfields Indonesia untuk segera membenahi dan membangun sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai serta proporsional dengan jumlah populasi puluhan ribu ekor sapi yang ditampung.

"Ini titik jenuh warga. Harapan kami PT Greenfields segera berbenah dan membangun sistem pengolahan limbah yang memadai sesuai kapasitas jumlah sapinya, agar tidak ada lagi limbah yang mencemari sungai dan lingkungan kami," pungkasnya.(jar)

 

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
blitar Greenfield sungai limbah