BLITAR – Kurang dari 24 jam, polisi telah mengamankan terduga pelaku pembunuhan terhadap Ragil Sukarno Utomo alias Sinyo, 50, dan Luciani Santoso alias LS, 53, warga Surabaya, yang merpakan asisten rumah tangga (ART).
Sinyo merupakan majikan rumah penampungan dan penitipan anjing dan kucing di Jalan Sulawesi, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan.
Terduga pelaku adalah AF, warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dia merupakan anak buah dari Sinyo. Nyawa majikan dan ART itu pun harus berakhir di tangan pemuda 21 tahun tersebut.
Usut punya usut, AF tega menghabisi nyawa kedua korban lantaran sakit hati. Pemicunya adalah besaran gaji yang diberikan majikan tidak sesuai.
“Misalnya, gaji Rp 3 juta saat perjanjian awal, tapi hanya dikasih Rp 1 juta. Itu pun tidak pula dikasihkan. Karena dia memang masih baru,” ujar Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Sjamsul Anwar kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (2/1/2023).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, AF mulai bekerja di selter atau penampungan anjing dan kucing milik Sinyo itu sekira dua pekan lalu.
AF jengkel perlihal nominal gaji yang kurang sesuai dengan perjanjian awal. Di tengah permasalahan itu, AF sempat mengajukan mundur dari selter.
Namun, sang majikan enggan menyetujui pengajuan resign tersebut. Kepada polisi, terduga pelaku mengaku tak bisa keluar dari selter tersebut. Sebab, majikan mengunci seluruh akses pintu.
Hal itu dilakukan agar AF tak melarikan diri dari pekerjaannya. Selain pintu digembok, kondisi pagar yang tinggi juga membuat AF sulit untuk keluar.
“Memang mau resign selalu dihalangi. Mau keluar, tapi semua pintu dikunci. Mau melompat tembok lumayan tinggi. Setiap hari jadinya di situ, tidak bisa keluar,” jelasnya.
AF menghabisi nyawa kedua korban dengan senjata tajam berupa golok. Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan tersebut hingga semakin terang benderang.
“Saat ini AF masih diperiksa. Dugaan motifnya, gaji tidak sesuai, lalu emosi,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan penuturan warga sekitar selter, korban Sinyo dan LS dikenal sebagai pribadi yang tertutup.
Sinyo juga jarang bersosialisasi dengan warga sehingga warga kurang tahu aktivitas Sinyo selain menampung anjing dan kucing.
Adapun ihwal penemuan dua mayat korban pembunuhan itu bermula dari aroma busuk yang merebak, yang bersumber dari rumah penampungan hewan milik Sinyo pada Senin (1/1/2024) sekira pukul 16.45. Warga dan pihak RT lantas mengecek kondisi di dalam rumah.
Setelah diperiksa, mereka terkejut mendapati dua tubuh seorang perempuan tengkurap bersimbah darah di lokasi yang berbeda. Di dinding dekat penemuan korban juga terdapat bekas percikan darah. Usai menerima laporan warga, polisi langsung melakukan olah TKP.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra