BLITAR - Dua rumah warga di Perumahan Singgasana Rama, Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, milik SI dan WW dibobol maling.
Pelaku beraksi ketika rumah dalam kondisi kosong ditinggal mudik pemilik. Aksi maling sempat terekam jelas kamera CCTV.
Peristiwa itu kali pertama menyasar rumah WW di kompleks blok D. Terlihat dari kamera pengintai, maling masuk ke rumah korban dan mengambil uang tunai Rp 320 ribu dan satu unit ponsel pintar. Kamera cctv turut diringkus pelaku.
”Kami pulang Jumat (12/4) malam. Cek CCTV ternyata ada yang masuk. Sesuai waktu di kamera, itu terjadi pukul 18.26,” ujar perempuan 33 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (19/4).
Peristiwa serupa juga dialami penghuni lainnya, SI, 42. Sepulang mudik dari Semarang, pada Senin (15/4) lalu dia dan suami dikejutkan dengan kondisi kamar yang berantakan.
Seluruh pakaian berantakan dan laci penyimpan uang terdapat bekas congkelan. Dia memeriksa sejumlah akses pintu masuk.
Ternyata, pintu di lantai atas telah terbuka, begitu juga dengan pintu tandon. Kemudian pintu balkon juga sudah tidak terkunci.
“Dari situ, saya cek lagi uang sekitar Rp 700 ribu, uang arisan sudah hilang. Jam tangan suami senilai Rp 300 ribu juga tidak ada. Ini meresahkan,” ungkapnya.
Melihat tayangan singkat cctv, pria tersebut menjalankan ulahnya pada Sabtu (13/4) pukul 01.00.
Dia diduga membobol pintu atas, kemudian turun melewati tangga. Dia mengenakan penutup kepala agar wajahnya tak terlihat.
“Ini meresahkan, hampir tiap tahun kejadian. Semoga bisa ditangkap, dan ada efek jera,” harapnya.
Kapolsek Sananwetan Kompol Agus Tri Susetyo membenarkan peristiwa tersebut. Laporan dia terima pada Rabu (17/4) lalu.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Pihaknya belum bisa memastikan pelaku warga sekitar atau bukan.
“Masih dalam lidik. Kami sudah koordinasi dengan Satreskrim Polres Blitar Kota untuk investigasi,” tandasnya.
Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rekaman kamera cctv juga diamankan sebagai bukti dan membantu proses penyelidikan. (luk/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila