Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ayah-Anak di Blitar Jadi Korban Bacok Warga, Diduga Pertengkaran Saling Klaim Lahan Perkebunan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 20 Juli 2024 | 18:47 WIB
CARI BUKTI : Unit Inafis Polres Blitar melakukan olah TKP di lokasi pembacokan di lahan tebu Desa Soso,  Kecamatan Gandusari, kemarin (19/7).
CARI BUKTI : Unit Inafis Polres Blitar melakukan olah TKP di lokasi pembacokan di lahan tebu Desa Soso, Kecamatan Gandusari, kemarin (19/7).

BLITAR - Gara-gara cekcok dan terbakar emosi, anak dan ayah menjadi korban pembacokan di area perkebunan tebu Desa Soso, Kecamatan Gandusari, pada Kamis (18/7/2024) siang.

Hingga kini, polisi masih melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. Pelaku saat ini ditahan di Mapolres Blitar dengan status sebagai saksi.

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Irianto mengatakan, kasus ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Blitar.

Peristiwa ini dipicu konflik lahan antara Denu Sutejo, yang diduga memotong sejumlah pohon tebu yang berada di tanah milik Agus Triono.

“Peristiwa pembacokan terjadi pada Deni dan anaknya bernama Advis. Waktunya sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya, ada warga bernama Sriadi melapor ke terduga pelaku bahwa ayah-anak tersebut memotong tebu kepada Agus Triono,” ujar Heri.

Mengetahui hal itu, Agus langsung naik pitam, lalu segera mendatangi Deni dan anaknya yang kebetulan masih berada di lokasi kejadian. Agus kemudian menanyakan terkait pemotongan tebu tersebut.

Namun justru terjadi cekcok dengan petani tebu yang lain.

Korban yang membawa senapan angin tetap bersikeras bahwa lahan tebu yang ditebang itu miliknya.

Saat cekcok terjadi, Agus menawarkan diri untuk dipukul kepalanya oleh anak Deni, Advis. Anak muda 17 tahun itu langsung meninju kepala Agus dengan keras, hingga perkelahian tak bisa dielakkan.

Agus langsung mengambil sabit dan menyabetkannya pada Deni yang membela anaknya. Advis juga menjadi korban dalam kemarahan Agus.

“Untuk saat ini, Agus Triono masih berstatus saksi dan ditahan selama peneyelidikan. Sedangkan untuk kedua korban belum bisa dimintai keterangan, karena kondisinya masih dalam perawatan di rumah sakit umum (RSU) An Nisa,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan polisi, ayah dan anak ini mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. 

Deni mengalami luka di bagian kepalanya, sedangkan Advis mengalami luka sabetan sabit sepanjang kurang lebih 15 sentimeter di bagian tengkuk atau leher belakang.

Selain itu, Agus juga mengalami luka lebam di pelipis kanan akibat tonjokan Advis sebelumnya. (jar/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#korban pembacokan #Kecamatan Gandusari #lahan tebu