Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Modus dan Markas Judol di Kota Blitar Dibongkar Polisi, Pelaku Beri Pengakuan Begini

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 7 Desember 2024 | 01:46 WIB

 

JANGAN DITIRU: Pelaku judol dan judi konvesional ketika dirilis Polres Blitar Kota, Jumat (6/12/2024).
JANGAN DITIRU: Pelaku judol dan judi konvesional ketika dirilis Polres Blitar Kota, Jumat (6/12/2024).

 

 BLITAR– Kesal warnet sepi, Andris warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, meminta masyarakat sekitar untuk bermain judi online (judol) di komputernya.

Dia bersama 6 tersangka lainnya dalam kasus judol akhirnya ditangkap oleh Satreskrim Polres Blitar. Mereka dipamerkan pada rilis kasus judi, dengan 10 tersangka judi lainnya, Jumat (6/12/2024).

Belasan tersangka judol di Kota Blitar tersebut dipamerkan, termasuk Andris pemilik markas judol ini, memakai pakain biru dan oranye bertuliskan tahanan.

Barang bukti kasus judol di Kota Blitar ini ada uang, ATM, 8 set komputer hingga kurungan ayam dihadirkan dalam rilis kasus tersebut.

“Untuk judi slot ini saya baru buka satu tahun, sedangkan buka warnet 2017. Setiap hari dipastikan ada orang yang datang ke warnet saya yang buka 24 jam. Biaya sewa 4 ribu per jam,” ujar Andris ketika ditanya oleh Wakapolres Blitar Kota, Kompol I Gede Suartika.

Dia melanjutkan, awal mula membuat warnet di Jalan Mawar ini bukan untuk judol. Melainkan mewadahi anak yang hobi game atau membutuhkan mengetik untuk tugas sekolah.

Namun berjalannya waktu, warnetnya sepi dan dia bingung untuk membuat usahanya ramai lagi.

Beberapa tahun terakhir, di sosial media (medsos) banyak membicarakan judol. Ternyata banyak member yang datang di warnetnya sejak tahun lalu.

Lalu, dia memfasilitasi akun judol, agar pemain judol ini terus datang ke warnetnya.

Baca Juga: Hati-hati, ASN di Lingkup Pemkot Blitar Ketahuan Main Judol, Ada Sanksi Berat hingga Pemecatan

“Saya tahu para member atau pemain judol waktu kalah dan menang. Beberapa kali mereka yang menang membagi keuntungannya kepada saya, sebagai rasa terimakasih,” ungkapnya. (jar/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#polisi #judol #Kota Blitar