BLITAR – Kasus pembunuhan dalam koper di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi tak hanya mengagetkan warga setempat, tetapi juga warga Blitar. Pasalnya, korban pembunuhan dengan cara dipotong-potong tubuhnya itu diketahui merupakan warga Blitar.
Hasil penyelidikan polisi terungkap bahwa identitas korban bernama Uswatun Khasanah warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Keluarga yang mendengar kabar tersebut langsung shock
Informasi yang dihimpun dari ayah korban, Nurkhalim, mendapat kabar duka dari Kepala Desa Slorok, Kecamatan Garum, pada Jumat (24/1) pukul 09.00 WIB. Kabar itu membuat dirinya kaget.
Sebab, dia jarang bertemu dengan korban dan terakhir bertemu seminggu yang lalu atau pada 17 Januari 2025 lalu. Selama ini, korban tinggal di rumah neneknya di Kelurahan Bence yang masih satu kecamatan.
“Saya belum tahu tempat kerjanya karena tidak satu rumah dengan saya. Dan, anak saya hanya pulang seminggu sekali. Kadang setiap pulang ketemu saya. Orangnya penyayang, terakhir ketemu saya diberi uang,” ungkapnya, Jumat (24/1).
Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan memilukan terjadi di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Itu berawal dari penemuan koper warna merah oleh warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. Karena penasaran, warga lalu mengecek isi dalam koper tersebut.
Didapatilah tubuh manusia di dalam koper tersebut. Panik, warga lalu melapor kejadian itu ke kantor desa setempat dan ke polisi. Diduga tubuh manusia dalam koper itu merupakan korban mutilasi lantaran kondisinya tidak utuh alias terpotong-potong tanpa kepala dan kaki. (sub)
Editor : M. Subchan Abdullah