BLITAR - Kematian Uswatun Khasahan (UK) yang memilukan membawa duka bagi keluarga. Sebab, perempuan 29 tahun itu tidak berada di Blitar atau rumah orang tuanya.
Selama ini UK yang menjadi korban mutilasi ini diketahui bekerja di luar daerah, yakni Tulungagung. Menurut keterangan keluarga, UK pulang seminggu sekali. “Terakhir dia pulang 17 Januari lalu (seminggu lalu). Tiap pulang saya diberi uang,” ungkap Nurkhalim, ayah kandung korban kepada awak media, Jumat (25/1/2025).
Yang membuat sedih lagi, kematian UK meninggalkan dua anak kecil yang sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Keduanya kini kelas 5 dan 1 SD.
Baca Juga: Empat Gol Tersaji, Arema FC Kembali Keok dari Persib Bandung
Dua anaknya ini tinggal di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Mereka diasuh oleh Ana, kerabat korban. UK diketahui merupakan janda sejak bercerai sekitar tiga tahun lalu.
“Ana ini yang malah sering berkomunikasi dengan anak saya. Dia yang merawat anaknya,” jelasnya.
Nurkhalim berharap, kasus pembunuhan tragis yang menimpa anaknya segera terungkap. Pelaku bisa ditangkap dan dihukum dengan seadil-adilnya. “Anak saya itu baik. Setahu saya tidak punya musuh,” tandasnya.
Baca Juga: Antusias Warga Sambut Prabowo Larut Malam di New Delhi: Tak Sangka Bapak Jabat Tangan Kita
Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Kamis (23/1/2025). Itu berawal dari penemuan koper warna merah oleh warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. Karena penasaran, warga lalu mengecek isi dalam koper tersebut.
Didapatilah tubuh manusia di dalam koper tersebut. Panik, warga lalu melapor kejadian itu ke kantor desa setempat dan ke polisi. Diduga tubuh manusia dalam koper itu merupakan korban mutilasi lantaran kondisinya tidak utuh alias terpotong-potong tanpa kepala dan kaki.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Ngawi, mayat dalam koper yang ditemukan memiliki ciri-ciri untuk proses identifikasi. Korban berjenis kelamin wanita dengan tinggi badan sekitar 150 cm.
Usia diperkirakan antara 20-35 tahun dengan kulit kuning langsat cenderung putih. Terdapat ciri khas berupa tindik atau piercing di atas pusar dan tahi lalat di bagian pinggang kiri atas.
“Korban ditemukan mengenakan gelang tali hitam dengan bandul menyerupai emas, rok hitam ukuran L, serta sandal bermerek Junkut dengan pola Dior," terang Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Joshua. (jar/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah