Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Polda Tangkap Tersangka Pelaku Mutilasi di Ngawi, Miliki Hubungan Dekat, Ngaku Suami Siri Korban

Didin Cahya Firmansyah • Senin, 27 Januari 2025 | 03:45 WIB

 

SADIS: Kepala korban mutilasi di Ngawi, Uswatun Khasanah, saat dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (26/1).
SADIS: Kepala korban mutilasi di Ngawi, Uswatun Khasanah, saat dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (26/1).

SURABAYA- Kasus mutilasi dengan korban Uswatun Khasanah, yang ditemukan di dalam koper merah di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (23/1) lalu, menjadi perhatian serius Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.

Ditreskrimum telah menurunkan tim dan berhasil mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap perempuan 29 tahun asal Kelurahan Bence, Kecamatan Garum. Penangkapan terjadi pada Minggu (26/1) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Direskrimum Polda Jawa Timur, Kombespol Farman menuturkan, pihaknya sudah menangkap seorang tersangka.

Pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dan mutilasi itu berinisial A. Dari pengakuan A, diketahui dia memiliki hubungan kedekatan dengan Uswatun Khasanah. “Pengakuan sementara, katanya si A ini suami siri dari si korban,” terangnya.

Sedangkan, terkait motif dari A hingga dia tega menghabisi nyawa perempuan yang memiliki dua anak yang masih kecil itu masih belum bisa dipastikan.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Tersangka selanjutnya dibawa menuju Kediri untuk pengembangan kasus.

“Saat ini masih pengembang di wilayah Kediri,” ungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur.

Sementara itu, informasinya korban mengarungi bahtera pernikahan 3 kali namun kandas. Sedangkan hubungan asmara yang terakhir sebelum ditemukan dalam koper masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan polisi.

Ayah Uswatun, Nurkhalim mengaku bahwa anak perempuannya ini telah 3 kali membangun rumah tangga. Namun sayangnya pernikahannya akhirnya kandas di tengah jalan. Nikah pertama dengan laki-laki asal Srengat, dan kemudian dengan warga Lumajang.

“Dua pernikahan itu dikaruniai anak. Dari pernikah pertama anaknya sudah kelas 5 SD, dan pernikahan kedua anaknya kelas 1 SD. Memang Uswatun menikah di usia muda. Ketiga kalinya menikah siri dengan warga Tulungagung, tapi saya juga jarang bertemu,” ujarnya ditemui Koran ini pada Jumat malam (24/1).

Nurkhalim berharap pelaku segera tertangkap. Apalagi selama ini anaknya ini jarang di rumah dan tak memiliki musuh. Bahkan setiap pulang kerja selalu membelikan makan semua keluarga.

“Saya berharap pelaku ditangkap dan dihukum sesuai peraturan. Selain itu, saya tidak tahu kondisi tubuh anak saya masih utuh atau tidak,” ungkapnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#polda jawa timur #blitar #uswatun khasanah #Mutilasi Ngawi