KEDIRI- Kronologi pembunuhan perempuan cantik asal Blitar, Uswatun Khasanah, 30, yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Kabupaten Ngawi, pada Kamis (23/1) lalu, mulai terjawab.
Perempuan asal Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar itu ternyata dieksekusi di Hotel Adi Surya, Kota Kediri. Minggu (26/1) siang, tim Polda Jatim melakukan pra-rekonstruksi di sana.
Berdasarkan pantauan Radar Kediri, pra-rekonstruksi dilakukan mulai pukul 14.00. Tim Polda Jatim menggelandang RH alias Anto, 30. Pelaku pembunuhan yang disebut-sebut sebagai suami siri Uswatun Khasanah.
Begitu tiba, pria yang saat itu memakai kaus hitam dipadu kemeja motif bunga warna hitam itu langsung dibawa masuk ke kamar nomor 301 Hotel Adi Surya.
Beberapa kali pria asal Pakel, Tulungagung, digelandang keluar. Di antaranya, dia diminta memeragakan membuka pintu mobil depan sebelah kiri.
Adegan itu diduga menggambarkan saat Anto membukakan pintu mobil untuk Uswatun pada Minggu malam.
Anto juga memeragakan adegan mengambil karpet di bagasi mobil. Karpet tersebut diduga menjadi alas saat dia mengeksekusi Uswatun yang disebut-sebut sebagai istri sirinya itu.
“Pelaku sudah menyiapkan pisau untuk mengeksekusi,” kata sumber ini di Surabaya.
Sebelum memutilasi tubuh Uswatun, Anto sempat mencekik perempuan yang sudah bersamanya selama beberapa tahun terakhir itu.
Pra-rekonstruksi berlangsung hingga pukul 18.30. Mayoritas adegan dilakukan di dalam kamar. Tim Polda Jatim yang terdiri dari petugas laboratorium forensik (labfor) terlihat keluar-masuk kamar yang menjadi lokasi olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tidak ada banyak bukti yang diamankan dalam pra-rekonstruksi Minggu (26/1) itu. Sebab, lokasi kamar sudah dalam kondisi bersih.
“Tidak ada bekas darah atau apapun di sana,” lanjut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan itu.
Meski tidak ada bukti signifikan yang dikumpulkan kemarin, tim Polda Jatim memastikan Anto check in bersama dengan Uswatun pada Minggu (19/1) malam. Selanjutnya, mereka baru keluar dari kamar 301 atau check out pada Senin (20/1) pagi.
Dalam pra-rekonstruksi tergambarkan jika saat Anto check out dari hotel, dia dijemput oleh seorang pria.
Diduga kuat dia adalah kerabat Anto. Namun, pria yang kemarin digambarkan duduk di kursi kemudi itu disebut-sebut tidak tahu jika koper yang dibawa pagi itu berisi mayat Uswatun. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah