Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

KEJI, Polda Jatim Ungkap Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Uswatun Khasanah Warga Blitar dengan Cara Dimutilasi

M. Subchan Abdullah • Senin, 27 Januari 2025 | 19:36 WIB
KEJI: Tersangka A digiring petugas menuju ruang rilis Polda Jatim, Senin (27/1/2025).
KEJI: Tersangka A digiring petugas menuju ruang rilis Polda Jatim, Senin (27/1/2025).

 

BLITAR - Motif pembunuhan secara terhadap Uswatun Khasanah yang mayatnya ditemukan di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dengan kondisi tidak utuh akhirnya terkuak sudah, Senin (27/1/2025).

Pelaku tega menghabisi nyawa warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, itu dengan cara dimutilasi karena sakit hati. Hal itu terungkap saat Polda Jawa Timur (Jatim) melakukan rilis ungkap kasus mutilasi tersebut pada Senin (27/1/2025).

Dalam video rilis yang diunggah Polda Jatim, tampak tersangka mengenakan baju oranye itu dihadapkan kepada awak media. Pelaku keji itu diketahui bernama Rohmad Tri Hartanto alias A.

Pria 32 itulah yang secara keji membunuh Uswatun Khasanah dengan cara memotong-motong tubuhnya. Aksi keji itu dilatarbelakangi oleh sakit hati dan cemburu. Setidaknya ada tiga motif yang diungkap kepolisian.

“Ya, berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pertama ini karena sakit hati dan cemburu. Jadi pernah korban ini ketahuan memasukkan laki-laki di kamar kos korban. Sementara tersangka ini mengakui sebagai suami siri dari korban,” ungkap Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Farman saat ungkap kasus di Polda Jatim, Senin (27/1/2025).

Motif kedua adalah sakit hati karena korban sering meminta uang kepada tersangka. Sebelum eksekusi sadis itu dilakukan, pelaku sudah menyiapkan sejumlah uang untuk korban.

“Keduanya ini bertemu di hotel Kediri dan tersangka memang sudah menyiapkan uang Rp 1 juta yang akan diberikan kepada korban karena korban sebelumnya sudah chat-chat melalui WhatsApp,” terangnya.

Motif ketiga, yakni masih karena sakit hati lantaran korban menghina anak pelaku dengan kalimat tak pantas. Pernah saat itu korban mendoakan anak tersangka jika besar nanti menjadi pekerja seks komersial alias PSK.

Adapun motif lainnya adalah korban tidak terima karena tersangka memiliki anak yang kedua. “Sehingga, dari korban sendiri sempat melontarkan supaya pelaku ini menghilangkan anak keduanya,” tandas Farman. 

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Kamis (23/1/2025). Itu berawal dari penemuan koper warna merah oleh warga yang membuang sampah di lokasi tersebut. Karena penasaran, warga lalu mengecek isi dalam koper tersebut.

Didapatilah tubuh manusia di dalam koper tersebut. Panik, warga lalu melapor kejadian itu ke kantor desa setempat dan ke polisi. Diduga tubuh manusia dalam koper itu merupakan korban mutilasi lantaran kondisinya tidak utuh alias terpotong-potong tanpa kepala dan kaki.

Dilansir dari Jawa Pos Radar Ngawi, mayat dalam koper yang ditemukan memiliki ciri-ciri untuk proses identifikasi. Korban berjenis kelamin wanita dengan tinggi badan sekitar 150 cm.

Usia diperkirakan antara 20-35 tahun dengan kulit kuning langsat cenderung putih. Terdapat ciri khas berupa tindik atau piercing di atas pusar dan tahi lalat di bagian pinggang kiri atas.

“Korban ditemukan mengenakan gelang tali hitam dengan bandul menyerupai emas, rok hitam ukuran L, serta sandal bermerek Junkut dengan pola Dior," terang Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Joshua. (sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Polda Jatim #Kabupaten Blitar #pembunuhan #mutilasi #ungkap motif #uswatun khasanah #tersangka