BLITAR – Satlantas Polres Blitar Kota akan segera melimpahkan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata dan sepeda motor di perempatan Poluhan, Kecamatan Srengat, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar. Kecelakaan tragis yang terjadi pada Selasa (18/2) itu mengakibatkan pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia di tempat kejadian.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menyatakan bahwa saat ini sedang melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan ke kejaksaan.
“Kasus ini masih terus berjalan. Penyidik sedang melengkapi berkas pemeriksaan, dan dalam waktu dekat akan kami limpahkan ke kejaksaan,” ungkapnya, Jumat (7/3/2025).
Diketahui, peristiwa nahas ini menimpa Suparno, 59, dan Sumiati, 57, warga Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat. Sepeda motor yang mereka kendarai ditabrak bus pariwisata berpelat nomor AG 7341 UP yang dikemudikan Danik Eko Irawanto, 35, warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
“Kami telah menetapkan Danik sebagai tersangka, dan hingga kini ia masih ditahan di Polres Blitar Kota,” bebernya.
Kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah barat ke timur di jalur utama Blitar-Kediri. Sesampainya di perempatan traffic light Dusun Poluhan, Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat, bus nekat menerobos lampu merah dan mendahului tiga mobil yang berhenti. '
Di saat bersamaan, dari arah selatan, Suparno dan Sumiati melaju dengan sepeda motor Suzuki Smash berpelat AG 3497 OO. Lampu lalu lintas di jalur mereka menyala hijau. Namun nahas, bus yang melaju kencang menabrak mereka hingga keduanya terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres Blitar Kota beserta jajarannya mengunjungi rumah duka di Desa Ngaglik dan memberikan santunan kepada anak korban, Solikin, yang merupakan anak tunggal pasangan tersebut.
“Kami turut berbela sungkawa, dan di bulan Ramadan ini kami ingin berbagi dengan memberikan bantuan sembako kepada anak korban,” tandasnya.
Anak semata wayang korban, Solikin, yang tinggal di Kulonprogo, Jogjakarta, mengaku mendapat kabar duka dari pamannya setelah kedua orang tuanya mengalami kecelakaan.
“Saat kejadian, saya berada di Kulonprogo. Paklik yang memberi tahu saya bahwa bapak dan ibu mengalami kecelakaan saat hendak berangkat kerja ke rumah saudara,” terangnya. (ham/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah