BLITAR – Polisi terus mengembangkan penyelidikan kasus kecelakaan disertai ledakan bubuk mesiu yang terjadi di Desa Pasirhajro, Kecamatan Talun, pada Selasa (25/3/2025) malam. Polisi sudah melakukan gelar perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kasatreskrim Polres Blitar AKP Momon Suwito mengatakan bahwa masih melakukan gelar perkara terhadap kasus ini. Hal itu dilakukan untuk memperjelas peristiwa yang menewaskan Ashbar Aosath Al-Maliky, warga Ponorogo, karena membawa bahan peledak (handak) berupa bubuk mesiu.
“Kami hari ini (kemarin, Red) meminta keterangan beberapa saksi. Kami belum bisa menjabarkan detailnya. Namun yang jelas saksi lebih dari satu yang dimintai keterangan. Besok (hari ini, Red) kami beberkan info lengkapnya,” ujarnya.
Satreskrim terus menyelidiki asal muasal handak yang dibawa oleh warga Ponorogo itu. Sebab, di lokasi kejadian ditemukan banyak bubuk mesiu, termasuk di tubuhnya. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan barang bukti lain yang mengarah pada handak.
Momon menyebut dari saksi-saksi yang diperiksa akan diketahui produsen atau penyebar handak tersebut. Karena pada Ramadan ini, mercon atau petasan menjadi hal yang dikhawatirkan di masyarakat. Barang itu dapat mencelakai diri sendiri dan orang lain.
Untuk diketahui, Ashbar Aosath Al-Maliky merupakan korban kecelakaan yang disertai ledakan. Dia menabrak seorang bocah yang menaiki sepeda, lalu terjatuh hingga memicu terjadinya ledakan keras.
Seketika Ashbar meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat di perutnya. Berdasarkan pemeriksaan Tim Inafis Polres Blitar, luka parah pada bagian perut korban diduga menjadi penyebab utama kematian.
Selain itu, polisi juga menemukan beberapa barang bukti di lokasi kejadian, termasuk selongsong kembang api dalam kemasan dan beberapa benda lain yang mengandung bubuk mesiu.
Hasil identifikasi, korban diketahui berasal dari Ponorogo dan merupakan santri yang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Garum. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam guna mengungkap sumber handak yang menyebabkan ledakan tersebut.
“Kami akan terus mendalami apakah ledakan ini berasal dari kembang api atau bahan peledak lain yang lebih berbahaya. Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap fakta-fakta baru dalam kasus ini,” pungkas Momon. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah