BLITAR – Tradisi petasan alias mercon di Blitar hampir terus menelan korban. Dalam beberapa tahun terakhir, rentetan insiden ledakan mercon merenggut nyawa hingga melukai banyak orang.
Mulai dari ledakan dahsyat di Karangbendo pada 2023 lalu, hingga berbagai insiden tragis pada Ramadan dan Lebaran 2025 ini.
Tragedi Ledakan Dahsyat di Karangbendo pada 2023
Insiden paling mengerikan terjadi di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada pertengahan Februari 2023. Ledakan dahsyat yang bersumber dari bahan peledak mercon kategori low explosive mengguncang kawasan tersebut pada malam hari.
Dentuman keras terdengar hingga radius hampir 20 km, bahkan mencapai Gandusari dan Talun. Empat orang dilaporkan tewas dengan kondisi mengenaskan.
Tubuh mereka hancur berkeping-keping dan terlempar dari titik ledakan. Salah satu korban ditemukan dalam kondisi utuh. Petugas gabungan langsung terjun mengumpulkan potongan tubuh korban.
Ya, bahan peledak yang diduga disiapkan untuk meramaikan Ramadan dan Lebaran 2023 itu justru meledak lebih dulu. Kejadian ini sempat menjadi perhatian nasional karena besarnya dampak ledakan.
Gubernur Jatim Indar Parawansa saat itu turun meninjau lokasi ledakan dan mendirikan posko trauma healing untuk warga setempat.
Baca Juga: Opak Gambir Blitar Laris Manis di Momen Lebaran, Ini Resep yang Digunakan hingga Tetap Eksis
Ramadan 2025, Ledakan Mengagetkan di Jalan Raya
Tak berhenti di 2023, ledakan terkait petasan kembali terjadi pada Ramadan 2025. Kali ini, insiden bermula dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Nasional Blitar-Malang, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun.
Seorang pengendara motor melaju kencang dari timur ke barat, lalu menyenggol pesepeda yang menyeberang kurang hati-hati. Tabrakan tak terhindarkan, pengendara motor jatuh dan terseret beberapa meter.
Sesaat setelahnya, terdengar ledakan keras dari tubuh korban. Warga yang berhamburan ke lokasi menemukan pengendara motor telah meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.
Polisi menduga korban membawa bahan peledak petasan. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya sisa mesiu di tubuh korban, serta beberapa petasan rakitan yang masih utuh.
Ledakan H-1 Lebaran 2025 di Dua Lokasi
Sehari sebelum Lebaran 2025, dua ledakan petasan kembali terjadi. Insiden pertama dilaporkan terjadi di Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan. Sebuah rumah nyaris hancur akibat ledakan petasan rakitan pada Minggu (30/3/2025).
Dua remaja yang sedang merakit petasan mengalami luka bakar serius. Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa mereka mendapatkan bahan mercon secara online.
Kemudian di Dusun Kakahrejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, ledakan karena petasan rakitan juga terjadi. Insiden itu berlangsung di tengah malam takbiran.
Empat remaja mengalami luka bakar, bahkan salah satunya kehilangan jari. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Rentetan insiden ini menjadi pengingat bahwa bermain petasan, terutama yang dirakit sendiri karena sangat berbahaya.
Polisi terus mengusut sumber bahan peledak tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan petasan sebagai bagian dari perayaan. (sub)
Editor : M. Subchan Abdullah