BLITAR - Senyum semringah langsung ditunjukkan Pendeta (Pdt) Agus Ibrahim saat bertemu Jawa Pos Radar Blitar.
Tak hanya merasa lega, tapi perjuangannya selama kurang lebih setahun terakhir untuk mengawal korban, dan mencari keadilan agar pelaku, yang juga pendeta itu bisa dihukum setimpal.
Seorang pria paruh baya tampak perlente dengan jaket dan baju kaos casual, lengkap dengan kacamata coklat khasnya.
Dialah Pdt Agus Ibrahim yang selama dua tahun terakhir pontang-panting, bahkan dimaki, hingga dianggap cari perhatian, karena ingin mencari keadilan bagi 4 anak dibawah umur yang diduga dicabuli dan harga dirinya benar-benar dijatuhkan oleh oknum pemuka agama itu.
“Kasus ini tidak berhenti di sini, karena mungkin minggu depan, saya akan melaporkan kembali oknum pendeta cabul ini langsung ke Bareskrim Polri. Ini terkait dengan anak pertama dan kakak dari tiga anak yang menjadi korban, dan siang tadi (kemarin, Red) tersangka sudah ditetapkan tersangka,” ungkap Pdt Agus Ibrahim, Senin (7/7/2025).
Dia mengaku, perjuangan berat yang dilaluinya selama ini mendapatkan berkah, karena membela dan mencari keadilan untuk yang lemah.
Dirinya bakal langsung dikawal oleh tim pengacara kondang nasional Hotman Paris yang sudah bersedia mengawal kasus hukum ini hingga tuntas.
“Nanti kami bersama Pak Hotman Paris. Makanya kami langsung laporkan ke Jakarta. Karena kalau dilaporkan di Blitar saya merasa kurang dianggap, jadi mendingan langsung di Bareskrim Polri saja. Saya juga tidak mau kasus ini diintervensi oleh orang-orang berduit di sini,” akunya.
Kabar dari penyidik, jelas Agus, memang saat penetapan tersangka yang bersangkutan oknum pendeta belum ditahan. Karena masih menunggu tandatangan berkas perkara oleh Kapolda Jatim.
Sehingga diperkirakan dalam beberapa hari ke depan, berkas telah siap dan kemudian tersangka dijemput di Blitar.
“Ini adalah hukuman bagi pelaku, apalagi seoknum seorang tokoh agama, nanti hukumannya akan ditambah. Nanti ditambah lagi dengan berkas kasus yang kedua yang akan kami laporkan, tentu hukuman akan bertambah lagi,” tegas pendeta ramah ini.
Baca Juga: Kupas Tuntas Misteri Pesugihan Gunung Kawi di Jawa Timur, Ini Faktanya
Dengan penetapan tersangka oknum pendeta ini, ujar dia, biar masyarakat khususnya jemaat oknum pendeta tersangka memahami bahwa orang yang mereka ikuti dan dengarkan nasihat-nasihatnya adalah pelaku kejahatan yang sebentar lagi harus mendiami penjara.
“Oknum pendeta ini adalah pemimpin salah satu gereja terbesar di Kota Blitar. Memiliki kurang lebih ribuan jemaat. Jadi dengan terungkapnya kasus ini biar jemaat mengerti kelakuan sebenarnya,” bebernya.
Dia berharap, kasus ini segera tuntas setuntas-tuntasnya, dan korban yang selama ini mengalami luka trauma secara psikis bisa sedikit terobati.
Dan tentu ini menjadi contoh bagi oknum tokoh agama manapun agar jangan melakukan kejahatan dan mencoba bersembunyi di balik mimbar dan baju kebesaran agama.
“Ya, ini menjadi pembelajaran bagi tokoh agama manapun, jangan mencoba bersembunyi dibalik agama dan melakukan kejahatan, pasti akan terjerat hukum,” tandasnya. (*/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah