Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

VIRAL! Akibat Pesanan yang Tak Sesuai Kurir Paket di Pamekasan Dicekik dan Dianiaya

Prima Suci Maharani • Minggu, 13 Juli 2025 | 20:00 WIB
Pelaku Pencekikan Kurir JNT di Pamekasan
Pelaku Pencekikan Kurir JNT di Pamekasan

BLITAR - Irwan Siskiyanto (27), kurir JNT di Pamekasan mengalami penganiayaan lantas paket yang diterima oleh Arif (pelaku penganiayaan) tidak sesuai pesanan. Paket tersebut seharusnya berisikan ponsel Oppo Reno 11 dan dibayar dengan sistem COD (cash on delivery) oleh istri Arif.

Kendati setelah menerima paket dan melakukan pembayaran, ternyata paket itu berisikan replika ponsel dari plastic. Sang istri tak terima karena merasa ditipu, Arif marah dan memaksa Irwan untuk mengembalikan uang yang diterimanya.

Irwan menjelaskan bahwa prosedur pengembalian uang hanya melalui aplikasi. Perdebatanpun terjadi, Arif mencekik leher Irwan hingga bersimbah darah dimulut Irwan, sang istri merampas uang dari tas pinggang milik kurir itu.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB, Irwan terpaksa memberikan uang miliknya agar tak memperkeruh keadaan. Irwan melaporkan kasus ini ke Polres Pamekasan pada 30 Juni 2025. Polres Pamekasan bertindak cepat atas laporan korban.

Arif telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kasat Reskrim AKP Doni Setiawan dan Kapolres AKBP Hendra Eko Triyulianto pada 2 Juli 2025.

Arif diketahui sebagai seorang ASN yang ditugaskan sebagai guru TK Kecamatan Omben, Sampang. Polisi memeriksa sang istri karena ida ada dalam insiden tersebut.

Arif dijerat dengan pasal berlapis dan saat ini sedang menunggu proses lanjutan oleh Polres Pamekasan.

Polres Pamekasan menegaskan akan menuntaskan kasus ini, kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun dan akan tetap diproses sesuai jalur hukum yang berlaku.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya edukasi masyarakat terkait mekanisme sistem pembayaran COD dan pengembalian barang.

Banyak sekali kasus ini telah terjadi di Indonesia hingga para warga meminta untuk mematikan fitur pembayaran COD agar insiden seperti ini tidak memakan korban kembali. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#madura #aniaya #hukum #kriminal #penganiayaan #pamekasan #pencekikan