BLITAR – Kondisi kesehatan siswa SMPN 3 Doko korban perundungan sudah normal dan pulih serta tidak ada tanda luka berat.
Hal itu diketahui dari hasil CT scan luka dampak dari kejadian yang dialaminya pada Jumat (18/7/2025) lalu. Dia juga mendapatkan pendampingan psikologi dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Blitar dan Polres Blitar.
Kepala UPT PPA Kabupaten Blitar, Dwi Andi Prakasa, mengungkapkan bahwa sejak awal telah melakukan pendampingan berkelanjutan kepada korban. Termasuk pemeriksaan psikologis bersama tim profesional.
“Setelah kemarin dilakukan pendampingan psikologis bersama tim profesional, Rabu kemarin, kami bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengantarkan korban untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Dwi Andi melanjutkan, pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya memastikan tidak ada cedera serius yang dialami korban. Karena sebelumnya, korban mengeluhkan pusing setelah mendapatkan pukulan saat insiden terjadi.
Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memastikan memberikan pendampingan penuh kepada korban perundungan, baik secara fisik maupun psikologis.
“Langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi hak dan keselamatan anak,” ungkapnya.
Pemkab Blitar menegaskan akan terus mengawal pemulihan korban secara menyeluruh. Pendampingan terus diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap mental maupun fisik korban.
“Harapannya, korban bisa pulih secara utuh dan dapat kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah dengan aman dan nyaman. Selasa lalu sudah masuk sekolah. Kemarin izin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hari ini pemeriksaan di Polres Blitar,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami, menyatakan bahwa korban telah menjalani pemeriksaan lengkap di instalasi gawat darurat (IGD).
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, dari kepala hingga kaki, termasuk CT scan kepala untuk mendeteksi kemungkinan cedera dalam. Hasilnya, kesehatan korban yang berinisial W ini dalam kondisi baik.
Maka dari itu, W selanjutnya diperbolehkan menjalani rawat jalan, tapi tetap dalam pemantauan rumah sakit dan tim pendamping.
“Hasil CT scan kepala dinyatakan normal. Begitu juga dengan rontgen panggul tidak ditemukan kelainan. Korban juga telah dikonsultasikan ke dokter spesialis bedah saraf dan bedah plastik, dan hasilnya menunjukkan kondisi baik,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Baca Juga: ASN Bisa Kerja Fleksibel Seperti di Belanda dan Singapura? Ini Rencana Menpan RB
Editor : M. Subchan Abdullah