BLITAR - Kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa Muhammad Ilham Pradipta, seorang Kacab Bank BUMN, menjadi sorotan publik. Rekaman CCTV yang beredar mengungkap detik-detik mencekam saat korban disergap di parkiran sebuah swalayan di kawasan Pasar Bo, Jakarta Timur. Berita ini dikutip dari laporan channel YouTube KOMPASTV LAMPUNG yang menayangkan runtutan kejadian hingga penangkapan pelaku.
Tragedi yang menimpa Kacab Bank BUMN tersebut terjadi pada Rabu siang, 20 Agustus 2025. Korban bersama atasannya datang ke sebuah supermarket menggunakan mobil berbeda. Tak disangka, sekelompok orang telah membuntuti korban dengan mobil putih dan memarkir tepat di samping kendaraan korban. Dari rekaman CCTV terlihat saat Ilham hendak masuk ke mobil hitamnya, pelaku langsung menyerbu. Situasi parkiran yang sepi membuat korban tak bisa diselamatkan.
Banyak pihak terkejut mendengar kabar ini, karena sosok Kacab Bank BUMN tersebut dikenal ramah dan berprestasi. Ia telah mengabdi lebih dari 13 tahun di dunia perbankan dan dipercaya memimpin cabang pembantu di Jakarta Pusat. Kehilangan ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tapi juga rekan kerja dan masyarakat sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi tanpa musuh.
Rekaman CCTV yang menampilkan detik-detik penculikan menjadi kunci penyelidikan. Dalam video terlihat jelas pelaku keluar dari mobil putih dan menyergap korban dengan cepat. Korban sempat melawan, namun kalah jumlah. Salah seorang saksi mata menyebut, “Kejadiannya cepat sekali, korban berteriak tapi situasi parkiran sedang lengang.” Aksi tersebut berlangsung hanya beberapa detik sebelum mobil pelaku melesat membawa korban.
Keesokan paginya, Kamis, 21 Agustus 2025, warga Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Kabupaten Bekasi, dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria di area persawahan. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tangan dan kaki terikat lakban serta terdapat bekas luka lebam di dada dan leher. Pakaian yang dikenakan sesuai dengan yang terlihat di CCTV: kemeja batik cokelat dan celana krem.
Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini. Tim Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat orang pelaku di lokasi berbeda. Tiga pelaku ditangkap di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, sementara satu pelaku dibekuk saat hendak bepergian di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Para pelaku diketahui merupakan penagih utang (debt collector) dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Meski para pelaku telah ditangkap, motif utama di balik penculikan dan pembunuhan ini masih menjadi teka-teki. Polisi masih mendalami apakah kasus ini dipicu oleh persoalan utang-piutang, dendam pribadi, atau faktor lain. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menyebut, “Kami masih mengumpulkan bukti tambahan termasuk hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk memastikan motif.”
Suasana haru menyelimuti pemakaman korban di TPU Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat. Ratusan pelayat, termasuk keluarga besar dan rekan kerja, hadir mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir. Isak tangis pecah, terutama dari sang istri yang berharap agar kasus ini segera terungkap tuntas dan pelaku dihukum setimpal.
Pakar keamanan menyebut, kasus ini menjadi peringatan bagi para profesional dan pekerja di sektor keuangan untuk lebih waspada. Aksi kriminal yang terencana seperti ini menunjukkan bahwa target kejahatan bisa saja orang yang terlihat aman. Publik pun menantikan langkah cepat aparat untuk mengungkap dalang utama dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN ini tidak hanya memantik empati, tetapi juga menjadi sorotan karena melibatkan profesi yang sering dianggap prestisius. Polisi berjanji akan terus memutakhirkan informasi perkembangan kasus agar masyarakat mengetahui kebenaran di balik tragedi ini.
Editor : Anggi Septian A.P.