BLITAR – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar menyoroti insiden kerusuhan di depan Polres Blitar Kota yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur.
Keterlibatan mereka membuat pihak dewan merasa prihatin dan menyayangkan kondisi ini.
Anggota komisi I, Eva Novianti, prihatin sekaligus menyayangkan keterlibatan pelajar dalam aksi anarkis tersebut.
Menurutnya, para pelajar seharusnya fokus pada pendidikan dan menimba ilmu, bukan justru terseret dalam tindakan destruktif.
“Mereka adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan membawa Indonesia semakin maju. Sangat disayangkan justru ikut dalam kerusuhan,” ujar Eva kepada Koran ini, Selasa (2/9/2025).
Eva menegaskan, kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait.
Dia mendorong adanya langkah pencegahan konkret agar anak-anak tidak mudah terprovokasi untuk bertindak anarkis.
Salah satunya melalui edukasi yang komprehensif mengenai bahaya anarkisme, provokasi, hingga dinamika politik yang sering belum dipahami sepenuhnya oleh pelajar.
“Peran guru dan orang tua sangat penting dalam memberikan pemahaman. Polisi dan instansi terkait juga harus dilibatkan agar anak-anak tidak mudah tersulut emosi,” tuturnya.
Eva menduga sebagian anak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut diajak oleh pihak-pihak tertentu dengan motif merusak ketertiban.
Terlebih, ada indikasi mereka berada dalam pengaruh minuman beralkohol sehingga mudah terpancing melakukan aksi anarkis.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya penanganan preventif sekaligus pembinaan bagi anak-anak yang terlanjur terlibat.
Menurutnya, sanksi tetap diperlukan, tetapi jangan sampai berdampak negatif pada mental mereka.
“Anak-anak harus dibina, diedukasi, dan dipulihkan karakternya agar kembali ke jalur yang benar,” kata politisi PAN ini.
Terkait usulan sebagian pihak yang menyarankan agar anak-anak dimasukkan ke barak militer sebagai solusi, Eva menilai pendekatan itu kurang tepat.
Setiap anak memiliki kondisi dan karakter berbeda sehingga penanganan harus dilakukan secara komprehensif, khususnya melalui pendidikan karakter dan penguatan mental. (sub/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah