Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Akibat Anarkisme, Pegiat Anti Narkoba Blitar Minta Pemda Galakkan Penyeluhan dan Edukasi Bahaya Miras-Narkotika

M. Subchan Abdullah • Jumat, 5 September 2025 | 21:23 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

BLITAR – Kasus anarkisme hingga pengungkapan penyalahgunaan miras dan narkoba yang melibatkan anak-anak harus menjadi pembelajaran serius bagi pemerintah daerah (pemda) dan pihak terkait lainnya.

Ini menjadi bukti nyata bahwa bahaya miras serta narkoba masih mengintai siapa pun dan di mana pun, termasuk di wilayah terpencil.

Keterlibatan anak maupun remaja dalam aksi anarkis tersebut tentu menjadi tamparan keras bagi semua pihak. 

Pemda dan pihak terkait harus bergerak cepat dan tepat dalam menanggulangi pemasalahan kenakalan remaja, termasuk edukasi bahaya miras dan narkoba.

”Peristiwa ini jadi tamparan keras bagi semua pihak. Harus ada penanganan menyeluruh. Tidak hanya pasca kejadian, tetapi terpenting upaya pencegahannya. Semua pihak terkait harus peduli dan berpangku tangan menanggulangi masalah bahaya narkoba dan kenakalan remaja ini,” kata pegiat antikorupsi, Joko Nurbatin, Jumat (5/9/2025).

Menurutnya, permasalahan miras dan narkoba ini bukanlah hal sepele. Sebab, ini menyangkut masa depan generasi muda bangsa Indonesia.

“Jangan sampai generasi muda ini rusak oleh miras dan narkoba. Jangan anggap ini sesuatu yang aman-aman saja. Perlu ada penyuluhan, sosialisasi, hingga edukasi masif ke kelurahan hingga sekolah-sekolah,” tegasnya.

Joko mengungkapkan, peran pemda sangat penting dalam upaya pencegahan dan edukasi. Salah satunya bisa diwujudkan melalui program RT Keren.

”Dulu ketika awal program RT Keren dijalankan atau di tahun pertama, itu ada penyuluhan bahaya narkoba yang menyasar anak-anak muda di lingkungan kelurahan atau komunitas karang taruna. Namun, di tahun berikutnya kok tidak ada lagi, dan sepertinya diganti dengan program pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan ekonomi,” ungkap Ketua Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Kota Blitar ini.

Karena itu, pihaknya mendorong pemkot untuk mengoptimalkan lagi program penyuluhan bahaya miras dan narkoba melalui RT Keren.

Sasarannya bisa langsung kepada pemuda karang taruna di lingkungan kelurahan.

Jangan sampai program penyuluhan maupun edukasi tentang edukasi bahaya miras dan narkoba dikesampingkan.

Jika upaya edukasi tentang bahaya narkoba ini dikesampingkan, maka berisiko besar bagi generasi muda.

“Dampaknya, ujung-ujungnya ya seperti yang terjadi kemarin itu. Banyak anak muda yang terlibat kerusuhan serta perusakan, dan sebagian dalam pengaruh miras dan narkoba,” tandasnya.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap bahaya miras dan narkoba. Menggalakkan kembali upaya pencegahan melalui program dan kegiatan.

”Mari gelorakan kembali semangat melawan dan perang dengan sindikat narkoba. Saya berharap kepada pemda untuk semakin aktif dalam pencegahan,” pungkasnya. (sub/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#aksi #miras #Anarkisme #bahaya #program #Polres Blitar Kota #edukasi #narkoba #kerusuhan #RT keren #anak #penyuluhan #anarkis