BLITAR – Terbongkarnya ladang ganja di wilayah utara Kabupaten Blitar menjadi perhatian serius publik.
Pengungkapan yang dilakukan jajaran kepolisian ini dinilai sebagai langkah penting dalam pemberantasan narkoba.
Pegiat antikorupsi sekaligus Ketua Gerakan Mencegah dan Mengobati (GMDM) Kota Blitar, Joko Nurbatin mengatakan, kasus yang terjadi di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, bisa disebut sebagai temuan ladang ganja terbesar dan terluas di Blitar untuk sementara ini.
Dia menilai keberhasilan polisi ini bukan hanya capaian besar dalam konteks penegakan hukum, melainkan juga momentum untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Ketika jajaran Polres Blitar Kota yang wilayah hukumnya berada di perkotaan bisa mengungkap ladang ganja di daerah pegunungan yang jaraknya lebih dari 40 kilometer dari kota, ini jelas capaian luar biasa. Kinerjanya harus terus ditingkatkan,” kata Joko, Minggu (7/9/2025).
Joko menegaskan, aparat kepolisian harus mendalami kasus ini lebih jauh. Tidak menutup kemungkinan ada ladang ganja lain di sekitar lokasi.
Karena itu, pengembangan penyelidikan menjadi hal yang wajib dilakukan.
“Proses hukum harus dijalankan sesuai aturan agar pelaku benar-benar jera. Polisi juga harus terbuka menginformasikan kasus ini kepada masyarakat agar ada efek takut bagi mereka yang mungkin berniat melakukan pelanggaran serupa,” tambahnya.
Pihaknya juga menyoroti kondisi geografis wilayah Krisik yang berada di lereng gunung dan jauh dari keramaian.
Menurutnya, lokasi tersebut memang rawan dijadikan tempat persembunyian aktivitas ilegal.
Karena itu, kepolisian diminta memperketat pengawasan di kawasan perbatasan dan pegunungan yang jauh dari akses publik.
Lebih lanjut, Joko menyebutkan bahwa pengungkapan kasus ini bisa menjadi momentum Polri untuk memperbaiki citra di mata masyarakat.
Selama ini, sejumlah kasus yang melibatkan oknum kepolisian kerap mencederai kepercayaan publik.
“Selama kinerja Polri terus baik dan maju, insya Allah masyarakat kembali percaya. Kalau ada yang kurang, kami akan kritisi, tapi yang bagus wajib diapresiasi,” ujarnya.
GMDM Kota Blitar, lanjut Joko, berkomitmen untuk terus mengawal langkah kepolisian dalam pemberantasan narkoba.
Dia menekankan pentingnya sinergi antara aparat, pegiat antikorupsi, dan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba.
“Kami akan terus ada di garda terdepan untuk mendukung dan mengawasi, agar pemberantasan narkoba di Blitar bisa maksimal,” pungkasnya. (sub/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah