Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kasus Anak Terlibat Anarkisme, Pemkot Blitar Siapkan 3 Psikolog Dampingi Anak-Anak

M. Subchan Abdullah • Selasa, 9 September 2025 | 16:47 WIB

Pendampingan, Siapkan 3 Psikolog Tangani Anak Terlibat Aksi Juga Gandengan Camat dan Lurah
Pendampingan, Siapkan 3 Psikolog Tangani Anak Terlibat Aksi Juga Gandengan Camat dan Lurah

BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) benar-benar serius menangani anak-anak yang diketahui terlibat aksi.

Melalui dinas terkait, berbagai upaya dan kegiatan bakal dilakukan untuk segera menangani anak-anak tersebut, agar ke depan tidak salah arah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto menegaskan, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terlibat dalam aksi pada Agustus lalu.

Pendataan tersebut melibatkan lurah, camat, hingga pihak sekolah, untuk memastikan jumlah serta identitas mereka yang benar-benar terdampak.

“Kita masih terus mendata. Sehingga nanti anak-anak ini bisa mendapatkan pendampingan khusus,” ungkapnya kepada Koran ini Senin (8/9/2025).

Menurut Parminto, pendampingan akan dilakukan secara maksimal. Anak-anak yang terlibat dalam aksi akan melalui proses asesmen dan terapi khusus.

Hal ini bertujuan agar mereka tidak mengulangi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Data ini nanti kerja sama dengan kelurahan dan kecamatan, juga dari sekolah untuk anak yang memang benar terlibat aksi beberapa waktu alu,” ujarnya.

Langkah yang disiapkan, jelas Parminto, tidak hanya sebatas pendampingan formal, melainkan juga melalui pendekatan psikologis. Dinas akan menggelar program trauma healing khusus bagi para siswa.

Upaya ini diyakini penting agar anak-anak tidak kembali terjerumus ke peristiwa serupa di masa mendatang.

“Kita akan kumpulkan siswa ini, kita adakan trauma healing agar tidak mengulang kembali dengan ikut-ikutan kegiatan yang bertujuan merusak dan lain-lain,” jelasnya.

Saat ini, DP3AP2KB Kota Blitar telah menggandeng tiga psikolog untuk mendukung program tersebut. Para tenaga profesional ini akan berperan langsung dalam memberikan asesmen, terapi, dan konseling kepada anak-anak.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberi dampak positif serta membantu pemulihan psikologis mereka.

“Kami sudah siapkan tiga psikolog untuk pendampingan. Sehingga nanti secara psikologis, anak-anak ini sudah selesai,” terangnya.

Dia menekankan, pemerintah daerah berkomitmen serius dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan.

Pendekatan edukatif dan psikologis dianggap sebagai cara paling tepat, mengingat usia mereka masih rentan dan membutuhkan bimbingan berkesinambungan.

“Untuk anak yang terlibat aksi Agustus lalu, pendampingan ini sangat penting. Mereka memang butuh arahan, dan saya kira yang paling efektif dan pas,” tandasnya. (mg2/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kasus anak #Anarkisme #dampingi #anak - anak #psikolog #Pemkot Blitar