BLITAR - AKSI PENCURIAN peralatan pemantau aktivitas Gunung Kelud di sisi selatan bagian wilayah Kecamatan Gandusari sangat disayangkan. Peralatan yang dipasang di kawasan atas gunung dengan ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sangat vital.
Hasil pantauan lapangan Gunung Kelud, salah satunya dikirimkan melalui peralatan tersebut. Aksi kriminal itu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, salah satunya adalah Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Blitar. Pasalnya, hasil pemantauan Gunung Kelud bisa dijadikan bahan simulasi dan edukasi bagi masyarakat.
Bagi FPRB, keberadaan alat pemantau aktivitas Gunung Kelud memiliki banyak manfaat yang perlu diketahui oleh masyarakat luas. Misalnya, berperan dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika aktivitas Gunung Kelud meningkat secara signifikan. Selain itu, juga sebagai mitigasi bencana sehingga membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan mitigasi dan evakuasi tepat waktu.
Tak hanya itu, data yang dihasilkan peralatan pemantau aktivitas Gunung Kelud juga menjadi bahan penelitian ilmiah yang bisa digunakan untuk memahami kondisi internal gunung yang berada di kawasan perbatasan tiga kabupaten, yakni Blitar, Malang, dan Kediri ini.
“Bisa juga sebagai bahan edukasi masyarakat, karena data yang didapatkan bisa dimanfaatkan untuk menyimulasikan dan mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan Gunung Kelud,” jelas Ketua FPRB Kabupaten Blitar, Dwiono.
Seperti diketahui, Gunung Kelud terakhir kali meletus pada Kamis, 13 Februari 2014, sekitar pukul 22.50 WIB. Tak hanya di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara dan barat, dampak letusan gunung juga menyebar ke berbagai daerah, terutama sebaran abu vulkanis.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Blitar, ada tiga wilayah kecamatan yang berada di kawasan lereng Gunung Kelud yakni Kecamatan Gandusari, Garum, dan Nglegok.
Sejumlah permukiman warga juga berada dalam radius 10 kilometer (km) dari puncak Gunung Kelud. Misalnya, di Kecamatan Gandusari ada Desa Sumberagung, Desa Sukosewu, Desa Gadungan, Desa Ngaringan, Desa Soso, Desa Slumbung, Desa Semen, Desa Tulungrejo, dan Desa Krisik. Lalu, di Kecamatan Garum ada Desa Karangrejo, Desa Sidodadi, dan Desa Slorok. Kemudian di Kecamatan Nglegok ada Desa Sumberasri, Desa Penataran, dan Desa Modangan. (ynu/c1) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah