BLITAR – Sekolah-sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar menegaskan sikap keras dalam memerangi narkoba dan minuman keras (miras) di lingkungan pelajar.
Mengingat, beberapa waktu lalu terdapat puluhan pelajar yang ikut terlibat kerusuhan dan dalam pengaruh miras hingga narkoba.
Kepala Seksi (Kasi) SMA, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Cabdindik Wilayah Blitar, Abusani Abizalfa, menyatakan bahwa cabdindik dan sekolah komitmen untuk memerangi narkoba hingga miras.
Kejadian beberapa waktu lalu menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan saat ini.
Menurut Abusani, program penyuluhan terkait bahaya narkoba sejatinya sudah rutin dilakukan. Pihak sekolah bersama cabdindik selama ini menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengedukasi siswa lewat sosialisasi maupun kegiatan lomba sekolah antinarkoba dan antikekerasan.
“Upaya ini bagian dari ikhtiar agar anak-anak menjauhi narkoba maupun miras. Sebab, dampaknya bukan hanya bagi diri mereka, tapi juga bagi generasi bangsa,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
Meski begitu, Abusani tidak menampik bahwa penyuluhan tidak serta-merta mampu menjauhkan pelajar dari pengaruh buruk narkoba.
Faktor lingkungan dan perhatian keluarga menjadi kunci penting dalam pencegahan.
“Kembali lagi pada kendali anak dan kepedulian orang tua. Sekolah bisa memberi edukasi, tapi tanpa dukungan keluarga, hasilnya kurang maksimal,” imbuhnya.
Sekolah, lanjut dia, tetap berkomitmen bersikap keras. Segala bentuk perilaku negatif, apalagi terkait narkoba atau miras, tidak bisa ditoleransi. Jika ditemukan, siswa akan dikenai sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Intinya, sekolah dan cabdindik komitmen untuk bekerja sama dengan BNN dalam upaya pemberantasan narkoba di kalangan pelajar,” tegas Abusani.
Sebagaimana diketahui, akhir Agustus lalu, aparat kepolisian mengamankan puluhan pelajar saat terjadi kerusuhan di depan Polres Blitar Kota.
Dari hasil penyelidikan, mayoritas pelajar berstatus SMA, bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP. Sebagian sudah dipulangkan kepada orang tua, sementara lainnya menjalani proses hukum.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi berbagai pihak. Dunia pendidikan kini didorong lebih gencar melakukan langkah preventif agar pelajar tidak lagi terjerat narkoba, miras, maupun aksi anarkis.
”Kami ingin sekolah tetap menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. Pencegahan akan terus diperkuat,” pungkas Abusani. (sub/c1) (*)