Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Drama Heboh! Dosen UIN Malang Pura-pura Stroke di Kantor Polisi, Warga Tak Percaya

Axsha Zazhika • Kamis, 2 Oktober 2025 | 05:00 WIB

 

Drama Heboh! Dosen UIN Malang Pura-pura Stroke di Kantor Polisi, Warga Tak Percaya
Drama Heboh! Dosen UIN Malang Pura-pura Stroke di Kantor Polisi, Warga Tak Percaya

BLITAR – Publik dihebohkan dengan video seorang dosen filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang diduga pura-pura stroke di kantor polisi. Aksi dramatis itu langsung viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet.

Peristiwa ini bermula saat pria yang dikenal dengan panggilan "Ya Imim" datang ke kantor polisi terkait masalah hukum dengan tetangganya. Tiba-tiba, di depan petugas, ia menjatuhkan diri dan mengaku mengalami stroke. Namun, sejumlah warga menilai tindakan tersebut hanyalah sandiwara.

“Kalau itu beneran jatuh, beda dengan jatuh menjatuhkan diri sendiri. Ini jelas terlihat pura-pura stroke,” ujar salah satu saksi yang merekam kejadian itu. Rekaman video tersebut kemudian menyebar luas di platform YouTube dan WhatsApp Group.

Ya Imim sendiri bukan sosok sembarangan. Ia mengaku sebagai dosen filsafat dan tasawuf di Pascasarjana UIN Malang sejak 1991. Bahkan, dalam wawancara, ia menegaskan bahwa dirinya telah lama berkecimpung di dunia akademik.

“Sejak 1991 saya sudah jadi dosen di UIN Malang, lalu pernah juga ditarik ke Surabaya. Jadi, bukan baru-baru ini saya mengajar,” katanya.

Meski memiliki latar belakang akademis, aksi pura-pura sakit itu justru membuat publik terkejut. Banyak yang mempertanyakan mengapa seorang intelektual bisa melakukan tindakan kontroversial seperti itu.

Kisruh ini ternyata berawal dari masalah sepele: parkir mobil. Berdasarkan keterangan, konflik muncul setelah sebuah mobil rental milik tetangganya terparkir di depan rumah Ya Imim hingga menghalangi akses keluar-masuk. Perselisihan itu kemudian berlanjut hingga ke ranah hukum.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan agar jangan parkir di depan rumah saya. Tapi tetap dilakukan, bahkan sampai dini hari,” ungkapnya.

Tak hanya soal parkir, konflik juga merembet pada urusan tanah kosong yang dijadikan lahan parkir. Ya Imim mengklaim dirinya pernah membersihkan lahan tersebut dengan biaya pribadi hingga Rp12 juta. Namun, menurutnya, tetangga yang memanfaatkan lahan itu enggan memberi kontribusi yang sepadan.

Dari situlah hubungan antara kedua pihak semakin memanas. Beberapa kali sempat terjadi adu mulut, bahkan tuduhan tidak mengenakkan terhadap keluarga. Puncaknya, kasus ini akhirnya sampai ke kantor polisi dan memunculkan aksi dramatis pura-pura stroke tersebut.

Rekaman video memperlihatkan Ya Imim memakai perban di kepala sambil terjatuh di lantai. Namun, tak lama setelah itu, ia kembali berdiri dan berbicara seperti biasa. Adegan itu membuat warga semakin yakin bahwa yang bersangkutan hanya berpura-pura.

“Ini bukan soal sakit beneran, tapi soal drama di depan aparat. Kalau akademisi sampai begitu, ya wajar saja jadi viral,” kata seorang warga lain.

Meski menuai kritik, Ya Imim tetap bersikukuh bahwa dirinya memang tengah menghadapi tekanan berat dari masalah hukum dengan tetangganya. Ia bahkan menyatakan siap jika harus diusir dari kampung. “Kalau memang warga menolak saya, saya siap diusir,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, publik terus memperbincangkan fenomena ini. Sebagian menilai tindakan pura-pura sakit sebagai cara mencari simpati, sementara lainnya menyoroti betapa peliknya masalah sosial yang berawal dari hal kecil seperti parkir kendaraan.

Hingga kini, video tersebut masih ramai dibagikan dan memicu pro-kontra. Nama Ya Imim pun menjadi buah bibir, tidak hanya di Malang, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#uin malang #dosen filsafat #viral